Ancaman Siklon Tropis, BPBD Pati Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya. Foto: Miftahus Salam/Lingkar.co
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya. Foto: Miftah/Lingkar.co

Lingkar.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama dampak siklon tropis yang dapat memicu cuaca ekstrem dan angin puting beliung.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menegaskan bahwa peringatan kepada masyarakat telah berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat berkali-kali saya sampaikan dalam kesempatan apapun, dalam ketika cuaca buruk jangan beraktivitas di luar rumah, meskipun tidak ada jaminan di dalam rumah pun aman. Itu juga tidak ada,” jelas Martinus.

Meski demikian, menurutnya, berada di dalam rumah tetap menjadi pilihan yang lebih aman saat cuaca ekstrem. Ia juga mengingatkan warga agar segera mencari tempat perlindungan ketika kondisi cuaca memburuk.

“Tetapi lebih aman, ketika cuaca ekstrem tetap berada di dalam rumah. Kalaupun sedang beraktifitas di luar rumah segera menyingkir dari badan sungai, dari sawah yang potensi kena banjir genangan,” tuturnya.

Martinus menambahkan, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah sambaran petir. Ia mencontohkan kasus yang terjadi belum lama ini, di mana seorang warga tersambar petir akibat cuaca ekstrem.

“Dan yang perlu diwaspadai juga petir, karena sudah terjadi kasus di akhir tahun ini warga kecamatan Todanan ini tersambar petir di Kecamatan Jaken,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Martinus menyebutkan bahwa intensitas curah hujan di Kabupaten Pati sepanjang Desember 2025 sudah masuk kategori tinggi, yakni berkisar antara 410 hingga 550 milimeter. Namun, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2026.

“Kalau cuaca di Kabupaten Pati sampai di Desember ini curah hujan kita itu sudah masuk kategori tinggi antara 410 sampai 550 milimeter. Tetapi untuk puncaknya di bulan Januari dan Februari 2026, tetapi sekali lagi ini harus diwaspadai Masyarakat yang pertama curah hujan itu kita normal sampai di atas normal,” tandasnya. (*)