Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Damar Sebut Kota Magelang Sudah Siap Sejak Awal Ramadan

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menghadiri apel siaga Operasi Pekat 2026 di halaman Mapolres Polres Magelang Kota, Kamis (12/3/2026). Foto: dokumentasi
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menghadiri apel siaga Operasi Pekat 2026 di halaman Mapolres Polres Magelang Kota, Kamis (12/3/2026). Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut sudah melakukan sejumlah antisipasi sejak awal Ramadan, mulai dari pemantauan stabilitas harga kebutuhan pokok hingga pemetaan titik rawan kemacetan dan potensi gangguan keamanan.

Damar menegaskan kesiapan Kota Magelang dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan menjelang Lebaran.

“Sejak awal Ramadan kami sudah turun langsung ke masyarakat untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok serta memetakan titik-titik kemacetan dan kerawanan lainnya,” kata Damar, Minggu (15/3/2026)

Ia bilang, seluruh jajaran Pemkot Magelang bersama aparat keamanan tetap siaga menghadapi puncak arus mudik.

“Kota Magelang siap menyambut arus mudik maupun arus balik di semua lini,” ujarnya.

Damar juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan maupun menggelar takbir keliling yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan kemacetan. Ia menyarankan masyarakat melaksanakan takbiran di tempat ibadah agar lebih khidmat.

Selain itu, Pemerintah Kota Magelang memastikan tidak ada kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Magelang seusai libur lebaran.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk mengantisipasi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak lima pos pengamanan didirikan di sejumlah titik strategis, yakni Bandongan, Kebonpolo, Shopping Center, Pos Trio, dan Terminal Tidar. Selain itu, satu pos pelayanan disiapkan di kawasan Alun-alun Kota Magelang.

“Titik rawan kepadatan berada di kawasan Trio, sementara potensi bottle neck berada di Sambung. Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Dikri.

Sekitar 300 personel dikerahkan untuk pengamanan selama 13 hari hingga 25 Maret 2026. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap tertib dan lancar.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Polres Magelang Kota menyiapkan rest area bertajuk “Rest and Clean” di kompleks Markas Polres atau Mosvia. Fasilitas tersebut menyediakan tempat istirahat, layanan mandi, tempat salat, pemeriksaan kesehatan, WiFi gratis, hingga layanan cuci kendaraan gratis bagi pemudik.

“Selain itu, patroli akan ditingkatkan untuk mengantisipasi balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, serta potensi gangguan keamanan lainnya,” imbuh Dikri ( (*)