Sayangnya lanjut Ganjar, tingginya angka bunuh diri di kalangan remaja tak sebanding dengan peningkatan literasi kesehatan mental oleh pemerintah. Selain itu, fasilitas layanan kesehatan mental di Indonesia sangat minim. Dari 10 ribu Puskesmas di Indonesia, hanya 6000 yang memiliki layanan kesehatan jiwa.
“Maka negara harus hadir dengan membangun lebih banyak fasilitas layanan kesehatan jiwa di Indonesia. Jumlah psikiater juga harus ditambah dan terus mengkampanyekan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental,” tegasnya.
Sebagai Ketua Umum Kagama, Ganjar juga meminta alumni UGM peduli pada persoalan ini. Di manapun mereka berada, persoalan kesehatan mental khususnya di kalangan remaja menjadi PR yang mesti ditangani bersama. (*)
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat