Berita  

Banyak Korban Phising, Pemerintah Belum ada Tindakan Tegas

Wahyudi, salah satu korban hacker/Foto: dokumentasi
Wahyudi, salah satu korban hacker/Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Maraknya pesan yang disebarkan melalui pesan WhatsApp yang berisikan tautan undangan berbentuk file pdf dan apk yang merupakan phising atau tautan berbahaya, membuat beberapa warga Kabupaten Kendal menjadi korban.

Bahkan, tidak sedikit korban yang mengaku telah membuka tautan tersebut mengalami kerugian yang nilainya hingga puluhan juta rupiah.

Aplikasi undangan tersebut berkedok file pdf dan apk yang mengarahkan para korban untuk memasukan nomor hp sebagai tanda kehadiran.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Namun, setelah memasukan nomor hp, data-data di ponsel korban diretas terutama m-banking.

Seperti pengakuan salah satu warga Brangsong, Kabupaten Kendal, Wahyudi, yang mengaku menjadi korban hacker tersebut.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Dia mengaku, setelah membuka tautan tersebut, nomor hp miliknya digunakan oleh hacker untuk mengirimkan tauntan undangan berbahaya tersebut ke grup-grup WhatsApp yang ia miliki.

Png-20230831-120408-0000

Selain itu, uang yang ada di m-banking miliknya juga ikut hilang meskipun sudah dilakukan percobaan pemblokiran akun dan penggantian nomor telepon.

“Awalnya saya membuka kiriman undangan di Whatsapp namun tanpa akusadari ternyata virus, bahkan HP saya sempat gak bias di pakai apalagi WAnya sudah terblokir dikuasai hacker. Eh ternyata saya juga jadi korban uang yang ada di E-banking lebih dari RP 11 Juta raib selang beberapa jam setelah saya buka undangan PDF” jelas Wahyudi Selasa (13/7/2023).

Dengan kejadian ini, Wahyudi berharap pemerintah melalui Dinas Kominfo dan penegak hukum Undang-Undang ITE agar mengambil langkah tegas agar korban tidak semakin bertambah.

“Berbagai upaya saya lakukan diantaranya melapor ke BRI cabang Kendal dan di arahkan ke pengaduan namun hasilnya juga tidak bisa, ke Polres Kendal namun belum lapor baru cerita dan dari pengalaman salah satu anggota polisi yang lapor ke Polda juga tidak ada harapan,mudah mudahan pemerintah maupun penegak hokum bias kerja maksimal sehingga bias menagkap para hacker yang merugikan dan meresahkan masyarakat saat ini,” katanya.

Korban lain yang merupakan warga Sambungsari, Weleri, yang bernama Eko, juga mengalami hal yang sama.

Setelah membuka tautan tersebut, uangnya yang berada di m-banking hilang sebanyak 1,6 juta.

“Saya itu juga gak tahu kalua itu adalah buatan hacker sebab undangan yang saya terima di WA dari kontak teman sendiri, namun malam harinya mendengar kabar dari teman HP saya kena Hacker dan WAnya tidak berfungsi lagi kemudian HP saya restart namun pagiharinya setelah kita cek saldo di atm uangnya habis tingga 50 ribu,” jelas Eko.

Eko menceritakan, usai memasukkan nomor handphone miliknya, kemudian ada perintah untuk memasukan kembali. Sehingga sontak membuat ia tersadar bahwa ada dari tautan berbahaya yang dibukanya.

“Saya curiga, tapi saya belum sadar kalau ternyata itu sudah masuk ke sistemnya. Setelah itu hp saya matikan. Habis maghrib saya nyalakan tidak ada aktifitas apa-apa. Tau-tau pagi sekitar 02.30 wib ada permintaan notifikasi permintaan password di google. Ternyata m-banking saya diretas. Dan saya cek ke bank uang saya sudah habis terkuras tersisa lima puluh ribu rupiah,” katanya.

Penulis : Kharen Puja Risma

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *