Bertemu Jokowi Bahas Pencapresan, Sandiaga Uno: Secara Spesifik Tidak Ada

Menparekraf Sandiaga Uno, dalam sebuah acara di Kota Semarang, Kamis (16/3/2023). Foto: Nurseha
Menparekraf Sandiaga Uno, dalam sebuah acara di Kota Semarang, Kamis (16/3/2023). Foto: Nurseha

Lingkar.co – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, bertemu dengan Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Rabu (15/3/2023) siang.

Disinggung soal pertemuan itu, berkaitan dengan kepastian dirinya maju dalam kontestasi Pilpres 2024, Sandiaga Uno, enggan berkomentar banyak.

“Secara spesifik tidak ada seperti itu,” ucap Sandiaga, saat dikonfirmasi Lingkar.co, Kamis (16/3/2023).

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi hanya menitipkan pesan kepada dirinya sebagai alumni kontestasi Pilpres 2019.

“Tapi seperti pak Jokowi sampaikan, saya punya tugas karena saya alumni kontestasi sebelumnya (Pilpres 2019),” ucap Sandiaga.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Jadi bahwa saya harus terus menyuarakan agar proses tahapan menuju penentuan nominasi, tentunya membuka komunikasi, koordinasi dengan partai-partai politik,” jelasnya.

Png-20230831-120408-0000

Sandiaga juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi, agar proses menuju Pilpres 2024, dapat berjalan sesuai dengan kearifan bangsa.

“Dan juga harapannya agar proses ini berlangsung dengan kearifan dari bangsa kita,” ucap Sandiaga.

“Bahwa Indonesia ini, negara yang walaupun berbeda-beda tapi bersatu padu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.

Terkait kesiapannya maju sebagai salah satu kandidat pada Pilpres 2024, Sandiaga, mengaku enggan menanggapi hal tersebut.

“Terakhir saya bilang siap, saya terkena masalah,” ucap Sandiaga, sambil tertawa.

Kendati demikian, kata dia, semua aspirasi akan ia sampaikan kepada pimpinan partai.

“Tentunya semua aspirasi akan saya sampaikan kepada yang akan menentukan itu para pimpinan partai,” kata Sandiaga.

Jaga Pemilu 2024

Lebih lanjut, Sandiaga mengungkapkan pesan Presiden Jokowi, agar menjaga Pemilu 2024 tetap sejuk, dan tidak terpolarisasi

“Konstetasi demokrasi ini telah memasuki tahap selanjutnya, pilpres sendiri akan berlangsung kurang dari setahun,” ucap Sandiaga.

Kepala Negara, kata Sandiaga, berpesan agar pemilu yang diadakan setiap lima tahun sekali itu harus dijaga agar tetap sejuk.

“Tentunya kita berkewajiban untuk menjaga kondusifitas dari suasana konstetasi ini yang sejuk, tidak memecah belah, tidak terpolarisasi,” jelas Sandiaga.

Selain itu, dia mengatakan, kontestasi Pilpres 2024 dapat menjaga keberlanjutan pembangunan, ekonomi, serta fokus pada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Tentunya sesuai dengan arahan Pak Presiden kita harus terus berada ditengah-tengah masyarakat, mendengar aspirasi dan menghadirkan solusi,” ucap Sandiaga.

“Fokus pada isu-isu utama yang dibutuhkan masyarakat kita untuk melanjutkan pembangunan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan, sebagai alumni konstetasi Pilpres 2019, harus terlibat langsung dalam progres kemajuan reformasi strukctural dan pemulihan ekonomi.

“Ekonomi ini harus kita jaga pasca-pemulihan,” ucap Sandiaga.

Sandiaga pun mengaku, semua pesan yang disampaikan Presiden Jokowi, jadi pegangan buat dirinya.

“Beliau memberikan pandangan-pandangan kepada saya. Tentunya ini jadi pegangan buat saya,” pungkasnya.*

Penulis: M. Rain Daling
Editor: M. Rain Daling

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *