Lingkar.co – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan Pemerintah Kabupaten Pemalang memberikan atensi khusus terhadap tiga isu utama yaitu keadilan, kesejahteraan, dan hak asasi manusia. Fokusnya, kata dia, mencakup hak warga dalam beribadah dan kebebasan mencari nafkah tanpa adanya gangguan dari pihak manapun.
Lebih jauh Anom menjelaskan bahwa keadilan tersebut ia maknai sebagai Hak Asasi Manusia yang melekat dalam setiap individu. Hak tersebut menurut Anom merupakan anugerah dan fitrah dari Tuhan Yang Maha Esa dan menjadikannya sebagai hak yang paling utama diantara hak-hak lainnya.
”Ini mendapatkan perlindungan dari negara, perlindungan dari kementerian dalam teknisnya, dan kita tentunya di Pemerintahan Kabupaten akan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia sebagai hak yang melekat pada setiap warga negara, setiap warga masyarakat,” tegas Anom dalam siaran persnya, Sabtu (13/12/2025).
Oleh karena itu Anom menyatakan pentingnya menempatkan HAM di atas kepentingan kelompok dan individu mengingat masyarakat Indonesia yang sangat pluralistik.
Penegasan itu disampaikan Bupati usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-77 yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM RI, di Lapangan Tennis Indoor Senayan Jakarta. Selasa (10/12/2025) kemarin.
Maka, kata Bupati, Pemkab akan sangat konsen terhadap hal tersebut, dengan tetap menjunjung tinggi kaidah-kaidah secara umum yang berlaku, kaidah keagamaan, kaidah moral, etika, dan lain-lain.
“Semua hal itu melekat pada setiap insan masyarakat Kabupaten Pemalang dengan tetap menjaga kaidah-kaidah tadi,” ujarnya.
Selain Menteri Hukum dan HAM RI, acara tersebut dihadiri oleh Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. (*)








