Bupati Sudewo OTT KPK, Gus Yasin; Pemprov Jateng Dukung dan Hormati Proses Hukum

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan pernyataan terkait OTT KPK Bupati Sadewo, usai melantik Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (20/1/2026). Foto: dokumentasi/istimewa
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan pernyataan terkait OTT KPK Bupati Sadewo, usai melantik Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (20/1/2026). Foto: dokumentasi/istimewa

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal penegakan hukum.

Gus Yasin, sapaan akrabnya juga menghormati langkah yang ditempuh KPK, selama proses hukum berlangsung.

Ia bilang, kabar mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Pati Sudewo, didengarnya melalui media.

“Kami baru mendengar lewat media, bahwa memang ada OTT terkait Bupati Pati. Kita sama-sama menunggu bagaimana nanti dari KPK memberikan penjelasan,”katanya kepada media, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, usai melantik Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (20/1/2026).

“Kita masih nunggu semua, kita hormati proses-proses itu, kita enggak bisa ngapa-ngapain selama masih belum ada pengumuman resmi dari KPK,” tegasnya.

Atas nama Gubernur, Gus Yasin juga mengimbau kepada kepala daerah di Jawa Tengah khususnya, untuk menghindari tindakan korupsi.

“Mari kita bersama-sama menjaga integritas, dan tidak melakukan tindakan-tindakan korupsi,” lanjutnya.

Terkait penanganan banjir di Pati, Gus Yasin juga memastikan tidak terganggu meskipun bupatinya berurusan dengan KPK. Menurutnya kebutuhan masyarakat terdampak banjir tetap teratasi dengan baik.

“Pelayanan berupa pasokan makanan, obat-obatan untuk masyarakat korban banjir di Pati akan tetap berjalan normal,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah, masyarakat dipersilakan menghubungi aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni. Termasuk korban banjir yang stroke, hamil, dan lansia, akan tertangani melalui petugas yang diturunkan oleh dinas kesehatan.

“Kami juga mengumumkan bahwa jangan sampai ada lagi masyarakat yang tidak tertangani terkait banjir ini,” ujarnya. (*)