Bus Sekolah Disiapkan Atasi Kesulitan Transportasi Siswa

  • Bagikan
TUNJUKAN: Kasi Lalu Lintas Dishub Kabupaten Kudus Nugroho ketika memperlihatkan bus sekolah yang dimiliki Dishub Kamis kemarin. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)
TUNJUKAN: Kasi Lalu Lintas Dishub Kabupaten Kudus Nugroho ketika memperlihatkan bus sekolah yang dimiliki Dishub Kamis kemarin. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)

KUDUS,  Lingkar.co– Sejumlah persiapan dilakukan menjelang dilaksankannya pembelajaran tatap muka (PTM) pada 2021 mendatang. Salah satunya yakni disiapkannya dua bus sekolah untuk pelajar yang kesulitan transportasi menuju sekolahnya. 

“Kita pakai untuk membantu anak sekolah yang di jalur sekolahnya tidak ada angkutan. Ini juga dilakukan untuk mengurangi kecelakaan karena masih banyak anak sekolah yang menggunakan kendaraan sendiri padahal belum dibolehkan. Tidak memikirkan keselamatannya” ungkap Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus Nugroho pada Kamis (17/12).

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Sebelum pandemi, bus tersebut digunakan untuk membantu pelajar yang ada di wilayah Desa Sentrokalangan, Kecamatan Kaliwungu ketika ada bencana banjir. Rencananya akan ada empat kecamatan yang diprioritaskan sebagai tempat beroperasi karena tidak ada angkutan transportasi disana. Diantaranya yaitu Kecamatan Dawe, Kecamatan Undaan, Kecamatan Jekulo dan Kecamatan Gebog.

“Sementara masih disana rencananya. Nantinya Kita gilir dalam satu minggu kemana saja beroperasinya. Kita lakukan kajian teknis lagi. Kita juga perlu laporkan ke pak Plt Bupati dulu karena kita menunggu masukan dari beliau,” jelasnya.

Dua bus tersebut merupakan pemberian dari Kementerian Perhubungan pada tahun 2019 dan hadiah karena menjuarai Wahana Tata Nugraha (WTN).  Masing – masing bus dapat menampung sekitar 20 penumpang. “Yang satunya itu dulu kita mengajukan untuk pengadaan bus sekolah. Kemudian satu lagi itu hadiah karena kita juara WTN jadi mendapatkan itu,” katanya.

Saat ini pihaknya belum berencana mengadakan penambahan unit karena masih perlu koordinasi lebih lanjut. Selain itu, untuk waktu mulai beroperasinya juga belum bisa dipastikan. “Ini belum selesai untuk administrasi BPKB dan STNKnya. Skema perjalan dan pemantauan lokasi juga perlu dilakukan. Semoga bisa selesai untuk pengurusan itu. Nanti bisa digunakan jika pandemi sudah selesai,” paparnya. (mg4/mg2/pal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.