Lingkar.co – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membagikan sejumlah tips kepada masyarakat agar terhindar dari batuk dan pilek di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan perubahan cuaca dapat memicu penurunan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko terserang penyakit.
“Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, membuat kita perlu memperhatikan kesehatan tubuh, untuk meminimalisir adanya potensi paparan penyakit penyerta yang dipengaruhi cuaca yang akan menyerang tubuh,” ujarnya.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah batuk dan pilek:Pertama, menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bersih, sehat, dan bergizi. Disarankan memilih makanan hangat dan mudah dicerna seperti sup ayam, madu, minuman hangat, buah kaya vitamin C, serta air putih hangat.
“Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer dan pernapasan lebih lancar,” kata Aji.
Kedua, menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi vitamin guna menjaga daya tahan tubuh.
Ketiga, menjaga kebersihan diri dengan menghindari menyentuh wajah menggunakan tangan yang kotor serta menghindari kontak dengan air kotor atau genangan yang berpotensi membawa penyakit.
Keempat, menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan rumah, saluran air, dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer juga penting untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri.
Kelima, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan polutan.
“Jika harus ke luar rumah atau beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker untuk mencegah partikel polutan masuk ke dalam hidung dan saluran pernapasan. Gunakan masker yang pas di wajah dan dapat menyaring partikel polutan dalam udara, seperti masker KF 94 atau KN 95,” ucapnya.
Selain batuk dan pilek, masyarakat juga diimbau mewaspadai penyakit lain yang kerap muncul saat cuaca tidak stabil, seperti Demam Berdarah Dengue, Malaria, Diare, hingga Leptospirosis yang dapat menyebar melalui genangan air terkontaminasi. (*)
