Lingkar.co – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menekankan, meski berada di tengah tekanan fiskal dan efisiensi anggaran, namun semua harus menyambut tahun 2026 dengan optimisme dan pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Tentunya tahun 2026 kita sambut dengan optimisme di tengah tekanan fiskal, kondisi global yang diprediksi tidak menentu, di tengah masih ada tantangan bencana dan sebagainya, tentunya kita harus tetap optimis,” ujar Syamsul saat memimpin Apel Pagi Bersama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap pada awal tahun 2026, Senin (5/1/2026) di Halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti Kabupaten Cilacap.
“Karena kita ingin ketika ada sebuah perubahan di perubahan tahun, kita ingin masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung dimana orang yang beruntung itu ketika hari ini lebih baik dari pada hari kemarin,” sambungnya.
Syamsul berharap sistem organisasi di Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah bisa bekerja secara optimal setelah rotasi maupun promosi jabatan hj hingga administrator yang sudah terisi 97 persen.
“Tentunya Bapak Ibu semuanya di tahun 2026 hampir semuanya sudah terisi untuk eselon 2 atau JPT, walaupun masih ada yang belum, ya kita berharap dan berdoa, hampir 97 persen kekuatan OPD di tahun 2026 sudah hampir optimal karena mungkin 2025 kemarin banyak yang rangkap jabatan. Yang sudah memperoleh jabatan yang baru, syukuri, nikmati, dan berikan kinerja yang terbaik,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta apel terkait program yang terpaksa tidak bisa berjalan atau dikurangi akibat efisiensi. Ia berharap dengan tekanan ini, Pemkab Cilacap tetap bisa mengoptimalkan potensi-potensi yang ada untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Oleh karena itu saya ingin mengajak diri saya sendiri dan teman-teman, kita harus semangat, yuk kita tingkatkan pendapatan asli daerah. Kenaikan kita mungkin sampai dengan angka 520 miliar untuk PAD nya, karena di tahun 2025 tercatat sekitar 103 persen. Kita coba naikkan PAD tanpa membebani masyarakat dengan meningkatkan pajak. Kita bisa optimalkan BUMD, Perusda atau mungkin dengan berinovasi bagi OPD-OPD yang memungut retribusi dan pajak,” ajaknya.
Bupati juga mengajak seluruh ASN di Kabupaten Cilacap untuk berlomba membawa investor ke Cilacap dan memanfaatkan fasilitas-fasilitas daerah yang ada.
“Termasuk saya akan berikan rewards atau apresiasi bagi teman-teman yang memiliki link atau kerabat dan bisa membawa investor ke Cilacap serta bisa memanfaatkan lahan atau fasilitas daerah daripada mangkrak, kami akan apresiasi,” tambahnya.
Terakhir, Syamsul juga berpesan kepada para pimpinan untuk menyayangi anak buahnya dan kompak demi menyongsong 2026 untuk Cilacap yang berdikari.
“Saya juga titip teman-teman Kepala OPD, untuk yang sayang kepada anak buah, ada rezeki semuanya bagi secara merata. Di tengah kondisi yang tidak menentu, baik dalam dan luar negeri, kita harus Berdikari, Beridiri di Kaki sendiri, optimalkan potensi daerah. Awal tahun kami ingin menyemangati bapak ibu semuanya agar kita semua bisa bertumbuh lebih baik,” pungkasnya.
Terpisah, saat ditemui sejumlah wartawan, Syamsul juga menyatakan, Pihaknya akan berupaya mendekatkan pelayanan masyarakat dengan tetap melaksanakan Bupati Ngantor nang Desa, mobil layanan Capil keliling di setiap distrik, hingga rencana pencetakan KTP yang bisa dilakukann di Kantor Kecamatan.
Pemkab juga akan melanjutkan pembangunan Kawasan heritage, Gedung kesenian, dan penataan lapangan di Kawasan heritage. Selain pemerintah juga akan mengoptimalkan perlindungan jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan seperti imam masjid, marbot, dan linmas, peningkatan honor RT dan RW, upah guru TPQ, serta insentif bagi guru-guru madrasah dan sekolah swasta.
“Kita kemarin mengangkat banyak PPPK, guru-guru yang selama ini dibayar dari iuran orang tua murid bisa dibiayai dari BOSDA jadi nanti akan mengurangi beban,” jelasnya.
Pada Apel ini dilakukan juga penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pejabat dari Sekda hingga camat sebagai pengingat kembali dan panduan kerja kedepan bahwa jabatan yang diterima adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin Pakta Integritas setiap tahun ditandatangani oleh teman-teman khususnya Kepala OPD sampai dengan camat agar teman-teman selalu ingat bahwa jabatan yang mereka terima itu ada Amanah yang harus dipertanggungjawabkan sehingga mereka terus bekerja lebih baik memberikan pelayanan bagi masyarakat untuk membangun Cilacap lebih baik. Pakta Integritas ada 10 poin, bahkan di poin 10 jika mereka melanggar poin 1-9 mereka harus bersedia untuk mengundurkan diri dari jabatan,” tegasnya. (*)








