Diduga karena Tak Kuat Tanggung Hutang, Warga Blora Nekat Gantung Diri

  • Bagikan
PERIKSA: Petugas Polsek Kota Blora melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus gantung diri di Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Blora. (BAGUS ABSHORU/LINGKAR.CO)
PERIKSA: Petugas Polsek Kota Blora melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus gantung diri di Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Blora. (BAGUS ABSHORU/LINGKAR.CO)

BLORA, Lingkar.co – Warga Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Blora, Jawa Tengah geger dengan penemuan mayat AK,39 pukul 07.30 Rabu (17/3/2021).

Pria yang berkerja sebagai karyawan salah satu bank di Blora itu tewas diduga gantung diri karena tak kuat menanggung hutang.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Kapolsek Blora Kota AKP Joko Priyono membenarkan penemuan mayat tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan selembar kertas yang berisi tulisan permintaan maaf korban kepada istrinya. Karena korban sudah tidak kuat menanggung banyak hutang.

“Polisi masih menyelidiki latar belakang dari aksi nekad tersebut. Dari hasil visum tim dokter, tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Pada saat penemuan jenazah, korban memakai kemeja batik warna abu-abu, kaos dalam warna putih, dan celana panjang warna hitam,” katanya.

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 07.15, saat pembantu rumah tangga di rumah korban Isnawati sedang mencuci pakaian mendengar suara benda jatuh di rumah lantai dua. Kemudian, sekitar pukul 07.30 WIB, Isnawati berniat menjemur pakaian di lantai 2.

“Namun saat sampai di lantai 2, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali tampar plastik mengikat di leher,” ungkap Joko.

Melihat hal tersebut, pembantu rumah tangga itu langsung turun ke lantai 1 sambil berteriak meminta tolong dan memberitahukannya kepada tetangga. Sejumlah warga langsung berdatangan, sementara sejumlah aparat  dari Polsek Kota datang ke lokasi untuk melakukan oleh TKP.

“Posisi badan korban berdiri menghadap ke arah timur, kedua tangan di samping badan lurus ke bawah, kedua kaki lurus ke bawah. Sedangkan ujung kaki hampir menyentuh lantai. Korban memakai pakaian yang biasa untuk bekerja,” jelas Joko.(oru/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.