Dinporapar Pati Gelar Sarasehan Pelaku Ekonomi Kreatif

  • Bagikan
BAHAS: Suasana kegiatan sarasehan pelaku ekonomi kreatif sub sektor musik dan seni pertunjukan pada Selasa (9/3) di salah satu cafe dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.(MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)
BAHAS: Suasana kegiatan sarasehan pelaku ekonomi kreatif sub sektor musik dan seni pertunjukan pada Selasa (9/3) di salah satu cafe dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.(MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati menggelar sarasehan pelaku ekonomi kreatif sub sektor musik dan seni pertunjukan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di salah satu cafe di Kabupaten Pati pada Selasa (9/3).

Sebanyak 25 peserta dari berbagai komunitas teater dan musik mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA dan Mahasiswa di Bumi Mina Tani.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata pada Dinporapar Pati Ida Istiani mendorong agar para pelaku ekonomi kreatif agar tetap bisa berproses. Menurutnya, pandemi bukan menjadi penghalang agar tetap bisa produktif.

“Era digital inilah teman-teman bisa berkreasi tanpa batas di dunia globalisasi yang tanpa batas,” katanya saat memberikan sambutan Selasa (9/3/2021).

Ia meminta agar pelaku ekonomi kreatif bisa alebih memaksimalkan dunia digital. Melalui dunia digital, mereka bisa lebih bebas untuk berkreasi untuk mengembangkan dunianya.

“Di masa pandemi ini, kita dituntut untuk lebih kreatif, lebih inovatif. Manfaatkan semua media yang ada. Tunjukkan kreatifitas kalian di dunia ekonomi kreatif,” ajaknya.

Sementara itu Miftahul Ulum salah satu narasumber pada sarasehan ini menuturkan bahwa ekonomi kreatif harus dapat menyesuaikan dengan era modern. Menurutnya seni itu tidak hanya sebatas hiburan saja. Para pelaku seni dapat berkarya dalam bentuk apapun yang sekiranya dapat memiliki nilai jual

“Usaha untuk arah ekonomi kreatif, bukan hanya sekedar panggung pertunjukan. Tapi bisa berkarya dengan bentuk apapun. Ada kreatifitas yang lain juga ke arah seni rupanya. Misal memanfaatkan keadaan lingkungan atau sekitar,” ujarnya.

(mif/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.