Dinporapar Pati Gelar Workshop Pelaku Ekraf Sub Sektor Fashion MUA

  • Bagikan
PEMBUKAAN: Sekretaris Dinporapar Pati Hari Muktiyo saat membuka workshop pelaku ekonomi kreatif sub sektor fashion/make up artist Rabu (18/3/2021).(MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)
PEMBUKAAN: Sekretaris Dinporapar Pati Hari Muktiyo saat membuka workshop pelaku ekonomi kreatif sub sektor fashion/make up artist Rabu (18/3/2021).(MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati gelar workshop pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) sub sektor fashion/make up artist (MUA) di resto 57 pada Rabu (17/3/2021).

Kegiatan itu tak kurang dari 50 peserta turut mengikuti yang setelah ada pembagian selama dua hari hingga Kamis (18/3/2021).

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Ketua MUA Kabupaten Pati, Alfa Husna dan dari Ines Beauty Colsultant Area Jawa Tengah Zumrotus Solikah.

Kepala Dinporapar Pati melalui Sekretaris Dinas Hari Muktiyo mengatakan, kegiatan untuk meningkatkan wawasan para pelaku sub sektor MUA. Sehingga mereka bisa lebih berinovasi dan berkreasi walaupun masa pandemi.

“Dalam kondisi covid kita tidak boleh berdiam diri. Akan lebih baik dalam suasana prihatin ini kita masih tetap menimba ilmu berbagi ilmu dan sebagainya. Yang mana terkait itu bidang yang dinas kita naungi yaitu ekonomi kreatif kali ini kita adakan workshop tata rias artist,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa tata rias itu tidak hanya untuk artis saja. Bahkan menurutnya terdapat anggapan bahwa dunia ini merupakan panggung sandiwara, yang mana berarti semua yang ada di dunia ini merupakan artis. Artinya, pelaku tata rias harus siap dengan profesinya untuk memberikan make up kepada para pengisi panggung sandiwara di dunia ini.

“Anggap saja bahwa semua di dunia ini artis. Kalau dalam kegiatan kita fokusnya dengan kegiatan panggung, penampilan-penampilan festival dan sebaginya. Ini yang perlu kita benahi,” jelasnya.

Hadirnya make up ini, lanjutnya untuk mewujudkan semua karakter yang ada. Baik itu tergantung dari periasnya, maupun atas permintaan kliennya.

“Cantik itu ada banyak, ada yang cantik manja, cantik yang melankolis macem-macem. Karakter-karakter semacam itu yang harus kalian pelajari,” paparnya.(lam/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.