Disabilitas Multi Karya Rembang Peringati Hari Disabilitas Internasional dengan Sederhana

  • Bagikan
Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di kantor DMKR Rembang, Minggu (20/12). (DOK. LINGKAR.CO)
Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di kantor DMKR Rembang, Minggu (20/12). (DOK. LINGKAR.CO)

REMBANG, Lingkar.co – Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di kantor DMKR Rembang, Minggu (20/12). Dengan tanpa mengindahkan aturan protokol kesehatan, acara dilaksanakan secara sederhana.

DMKR merupakan salah satu perkumpulan binaan PT. PJB PLTU Rembang  yang peduli terhadap nasib kaum difabel di Kota Garam. Dinahkodai Rudi Yulianta, DMKR kini telah genap berusia 2 tahun.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Jiran Maulana sebagai wakil dari DMKR yang hadir pada acara tersebut mengatakan, walaupun DMKR masih terbilang muda, tetap terus berusaha untuk mencapai kemandirian disabilitas.

“Dan tidak lupa, untuk terus memperjuangkan aksesbilitas serta pemenuhan hak-hak lainnya bagi difabel se- Kabupaten Rembang,”katanya.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rembang yang diwakili oleh Musatajab, menyampaikan bahwa pihak pemerintah khususnya Dinsos terus berusaha dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat rentan, khususnya kaum difabel.

“Dalam upaya pelaksanaan penghormatan, pemajuan, perlindungan dan pemenuhan hak bagi penyandang Disabiltas, termasuk diantaranya aksesibilitas dan pelayanan publik yang ramah difabel,”paparnya.

Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di kantor DMKR Rembang, Minggu (20/12). (DOK. LINGKAR.CO)

Masih dalam acara yang sama, Pembina DMKR Fatimah Asri Mutmainnah menambahkan, HDI merupakan peringatan kaum diabel yang penuh makna, yaitu hari lebaran bagi mereka.

“Walaupun tahun ini HDI dilaksanakan pada saat pandemi dimana segalanya serba dibatasi. Tidak mengurangi semangat difabel untuk tetap merayakannya. Dan sebagai warga negara yang baik kita harus patuh aturan, melaksanakan acara ini dengan skala terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Terkait hal ini ternyata difabel bisa menjadi contoh bagi lainnya” pungkasnya menutup acara. (sgi/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.