Disorot Publik, BGN Jelaskan Penggunaan Dana EO Ratusan Miliar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Istimewa)

Lingkar.co – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, angkat bicara terkait sorotan publik atas penggunaan anggaran sekitar Rp113 miliar untuk jasa Event Organizer (EO). Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem kerja yang profesional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4/2026), Dadan menjelaskan bahwa sebagai lembaga yang baru dibentuk, BGN masih berada dalam tahap awal pengembangan, baik dari sisi sistem, struktur organisasi, maupun tata kelola operasional.

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penggunaan jasa EO menjadi solusi strategis untuk memastikan berbagai kegiatan berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. Menurutnya, EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan hingga mitigasi risiko di lapangan.

“Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu,” kata Dadan.

Selain aspek teknis, keterlibatan pihak ketiga juga dinilai membantu meningkatkan tata kelola administrasi dan keuangan. Dengan sistem yang lebih terpusat, proses pengadaan, pembayaran, hingga pelaporan kegiatan dinilai lebih tertib dan mudah diawasi.

“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” lanjutnya.

Dadan menegaskan, kegiatan yang ditangani EO tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencakup kampanye publik, sosialisasi gizi, serta bimbingan teknis bagi penjamah makanan guna meningkatkan standar keamanan pangan.

“Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas,” jelasnya.

Dari sisi efisiensi, ia menilai penggunaan EO lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat. Pasalnya, pembentukan kapasitas internal membutuhkan waktu, biaya, dan proses yang tidak instan, sementara program harus segera dijalankan.

“EO hadir sebagai solusi yang menjembatani agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” ucapnya.

Meski demikian, BGN menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Seluruh penggunaan anggaran, termasuk untuk jasa EO, disebut telah mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga terkait.

“Setiap pengeluaran dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” kata Dadan. (*)