Dorong Pemuda Bangkit, Sulis Gelar Pelatihan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi

KREATIF: Wakil Ketua DPRD Sulistiyo Utomo memamerkan hasil pelatihan kerajinan bambu bersama pemuda Karang Taruna Desa Kerjasan, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Selasa (16/02).(DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)
KREATIF: Wakil Ketua DPRD Sulistiyo Utomo memamerkan hasil pelatihan kerajinan bambu bersama pemuda Karang Taruna Desa Kerjasan, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Selasa (16/02).(DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)

KUDUS, Lingkar.co – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Sulistiyo Utomo mendorong pemuda untuk membangkitkan sektor ekonomi kreatif di tengah pandemi. Hal itu ia lakukan dengan mengadakan pelatihan pelatihan kerajinan bambu di Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus, Selasa (16/02).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kudus Sulistiyo Utomo mengatakan, saat ini pemuda memiliki peran vital dalam membangkitkan ekonomi di masa sulit ini. Oleh karenanya, politisi muda ini mendorong pemuda karang taruna Kelurahan Kerjasan untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan semangat.

“Pelatihan ini melibatkan pemuda karang taruna Kelurahan Kerjasan. Sejumlah 16 peserta ikut dalam pelatihan ini dan mereka akan melakukan pelatihan sampai bisa untuk membuat produk kerajinan dari bambu,” terang Sulis sapaan akrabnya kepada Lingkar.co.

Ia dan Kelurahan Kerjasan berkomitmen untuk melatih peserta sampai dapat memproduksi kerjinan dari bambu yang memiliki nilai jual. Berbagai macam produk kerajinan seperti hiasan dinding, pernak-pernik dan banyak lainya sebagai praktik dalam pelatihan tersebut.

“Kita menggandeng kelurahab dalam pelatihan ini, tentunya dengan harapan agar para pemuda di Wilayah Kota dapat membangkitkan geliat ekonomi lewat industri kreatif. Kita latih sampai bisa berproduksi mandiri,” jelasnya.

Menutup statemenya ia berharap di masa sulit ini pihaknya mendorong para pemuda untuk bangkit. Ia bersama seluruh stakeholder mendukung untuk membangkitkan indutri kreatif di Kabupaten Kudus.

“Dengan diadakanya pelatihan ini, saya berharap dapat mendorong industri kreatif di Kota Kudus semakin maju,” pungkasnya.

Salah satu peserta pelatihan Sofi (21) mengaku puas dengan pelatihan tersebut. Bahkan hal itu menurutnya suatu hal yang baru dan suatu saat dapat menjadi usaha yang berkembang besar.“Saya puas dengan pelatihan kemarin, dari sana saya mendapatkan pengetahuan baru yang saya yakini dapat menjadi peluang usaha yang besar. Kita juga mendapat wawasan untuk memasarkanya. Saya merasa beruntung dapat mengikuti pelatihan itu,”paparnya.

Hal senada disampaikan oleh Lurah Desa Kerjasan, Rio. Ia menyatakan terkesan dengan pelatihan yang cukup singkat mampu merubah enam belas orang yang asalnya tidak tahu menjadi mengerti kerajinan bambu. “Saya nilai pelatihan ini sangat baik. Dan dalam waktu yang singkat dapat memahamkan secara jelas kerajinan bambu,” terangnya.(pal/lut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.