Dorong Perkembangan Pertanian, Bupati Boyolali Pastikan Petani Tembakau Dapat Bantuan

Bupati Boyolali Agus Irawan saat menghadiri acara Halal Bihalal APTI di Dukuh Karangtalun, Desa Ngagrong Kecamatan Gladagsari, Jum'at (3/4/2026). Foto: dokumentasi
Bupati Boyolali Agus Irawan saat menghadiri acara Halal Bihalal APTI di Dukuh Karangtalun, Desa Ngagrong Kecamatan Gladagsari, Jum'at (3/4/2026). Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Bupati Boyolali, Agus Irawan memastikan para petani mendapatkan berbagai bantuan yang telah disalurkan oleh pemerintah.

Pihaknya menegaskan, akan terus mendorong perkembangan pertanian di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Oleh karena itu ia meminta agar para petani yang membutuhkan bantuan alat-alat pertanian dapat langsung mengajukan permohonan ke dinas terkait.

“Halal bihalal ini untuk kita saling silaturahmi, tentunya juga untuk kita saling tukar pendapat ataupun permasalahan-permasalahan tembakau di Kabupaten Boyolali dan kemudian mencari solusinya.” kata Bupati saat menghadiri Halal Bihalal yang digelar Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Boyolali di Dukuh Karangtalun, Desa Ngagrong Kecamatan Gladagsari, Jum’at (3/4/2026).

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti program cek kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas terdekat.

Selain itu, Agus juga menyampaikan kabar baik yaitu bagi anak-anak sekolah yang memasuki tahun ajaran baru, akan memperoleh seragam dan LKS gratis.

Sementara, Ketua APTI Kabupaten Boyolali Nanang Priyambodo, menyampaikan, halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, juga sebagai sarana menyamakan persepsi bagi para petani tembakau di Boyolali.

Dikatakan Nanang, dari ribuan anggota APTI, setidaknya ada sekitar 600 petani tembakau perwakilan dari Kecamatan Selo, Cepogo, Juwangi, Wonosamodro, Banyudono dan Sawit yang hadir pada acara tersebut.

“Harapan kita, kita akan selalu bermitra dengan beberapa perusahaan, artinya kawan-kawan petani yang kemarin jual sendiri-sendiri, kita akan bermitra sehingga tembakau akan tertampung.” ujar Nanang. (*)