Dua Kader Nu Jawa Timur Mundur dari Kepengurusan PBNU

KH Abdus Salam Shohib (Gus Salam) dan Abdurrohmah Al-Kautsar (Gus Kautsar mengundurkan diri dari kepengurusan PBNU periode 2022-2027. ISTIMEWA/LINGKAR.CO
KH Abdus Salam Shohib (Gus Salam) dan Abdurrohmah Al-Kautsar (Gus Kautsar mengundurkan diri dari kepengurusan PBNU periode 2022-2027. ISTIMEWA/LINGKAR.CO

SURABAYA, Lingkar.co – Dua kader Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, KH Abdus Salam Shohib (Gus Salam) dan Abdurrohmah Al-Kautsar (Gus Kautsar) mengundurkan diri dari kepengurusan PBNU periode 2022-2027.

“Ya, atas arahan kiai sepuh agar kami tetap isiqomah berkhidmat mendampingi Rais dan ketua PWNU Jatim”, kata Gus Salam.

Semetara Gus Kautsar mengatakan bahwa yang memerintahkan untuk tetap berkhidmat di PWNU Jatim adalah KH Nurul Huda Djazauli.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Dimanapun beliau menempatkan kami monggo kerso karena jauh lebih memahami lahir batin kualitas kami dari pada kami sendiri”, ucapnya.

Baca Juga :
Tindaklanjuti Perjanjian Kerjasama, UIN Raden Mas Said Surakarta dan LPKA Kutoarjo Selenggarakan FGD

Gus Kautsar merupakan putra dari KH Nurul Huda Djazuli yang juga pengasuh Pesantren Al Falah Ploso Mojo, Kediri, Jawa Timur.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Sedangkan Gus Salam merupakan putra KH Shohib Bisri dan juga cucu KH Bisri Syamsuri.

Png-20230831-120408-0000

KH Bisri Syamsuri juga merupakan pendiri pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang dan Rais Aam PBNU (1970-1980).

KH Nurul Huda juga telah menulis surat secara resmi kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tertanggal (13/1/2022).

Sebelumnya, Gus Salam dan Gus Kautsar telah menyampaikan pengunduran diri dari PBNU saat pertemuan di Lirboyo.

Di sisi lain, seperti mengutip dari antara bahwa sejumlah figur di jajaran PWNU Jatim mendapat Amanah untuk memperkuat kepengurusan PBNU periode lima tahun kedepan.

Atas pernyataan itu, PWNU Jawa Timur menggelar pertemuan khusus di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri guna rapat gabungan syuriah dan tanfidziah.

Pada kesempatan tersebut, Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafruddin Syarif mengingatkan pentingnya NU berjalan sesuai dengan aturan AD/ART yang berlaku.

Penulis : Kharen Puja Risma

Editor : Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *