Durian Gunungpati Semarang Tetap Diminati, Rasa Legit dengan Pahit Tipis Jadi Ciri Khas

Pemilik kebun durian di Watusari, Suparyanto atau yang akrab disapa Pak Robert. (dok Alan Henry)
Pemilik kebun durian di Watusari, Suparyanto atau yang akrab disapa Pak Robert. (dok Alan Henry)

Lingkar.co – Durian lokal asal Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, kembali menjadi buruan pecinta durian di musim panen tahun ini. Tekstur daging yang tebal, lembut, serta cita rasa manis legit dengan pahit tipis di akhir menjadi karakter khas durian Gunungpati yang sulit ditiru daerah lain.

Salah satu sentra durian berada di wilayah perbukitan Watusari, Kelurahan Pakintelan. Di kawasan ini, aroma durian lokal kerap menyambut pengunjung setiap musim panen tiba.

Pemilik kebun durian di Watusari, Suparyanto atau yang akrab disapa Pak Robert, mengatakan hasil panen tahun ini tergolong sedang. Meski demikian, kualitas rasa tetap terjaga.

“Panen tahun ini sedang. Nggak terlalu banyak, nggak terlalu sedikit,” ujar Robert, Jumat (9/1/2026).

Robert mengaku telah menekuni dunia durian sejak kecil. Mayoritas durian yang ditanam di kebunnya merupakan durian Jawa atau durian lokal khas Gunungpati. Selain itu, ia juga membudidayakan berbagai varietas lain seperti Bawor, Musang King, Montong, hingga durian merica.

Menurutnya, faktor cuaca tidak terlalu memengaruhi cita rasa durian lokal Gunungpati. “Walaupun sempat hujan, rasanya tetap sama,” katanya.

Untuk harga, durian lokal Gunungpati dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitas. Sementara varietas unggulan seperti Musang King dibanderol hingga Rp125 ribu per buah.

Dalam satu musim panen, Robert mengaku mampu menjual hingga sekitar 10 ribu butir durian. Pembelinya datang dari berbagai daerah, mulai dari Semarang, Jakarta, Blitar, hingga luar negeri seperti Malaysia.

“Banyak yang datang langsung ke kebun, lihat pohonnya, lalu mencicipi durian yang baru dipanen,” tuturnya.

Selain dijual langsung ke konsumen, durian Gunungpati juga dipasok ke sejumlah toko roti dan usaha kuliner yang menjadikan durian sebagai bahan baku utama.

Tak jarang pula instansi pemerintahan datang langsung ke kebun untuk membeli durian dalam jumlah besar.

Salah satu pengunjung, Anik Puji, mengaku sengaja datang dari Kecamatan Ngaliyan setelah mendapat rekomendasi dari rekannya.

“Rasanya lumer, manis legit tapi ada pahitnya. Itu yang bikin beda dengan durian lain,” katanya.

Ia menilai durian Gunungpati memiliki karakter rasa yang kuat dan meninggalkan kesan di lidah. Lokasi kebun yang mudah dijangkau membuat kawasan ini menjadi tujuan favorit penikmat durian.

“Kalau cari durian asli Gunungpati, ini rekomendasi,” pungkasnya. ***