Fasilitasi Siswa yang Kesulitan Ikuti PAS Daring

  • Bagikan
UJIAN: Siswa SMP 2 Dawe saat malakukan PAS daring di sekolah, kemarin. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)
UJIAN: Siswa SMP 2 Dawe saat malakukan PAS daring di sekolah, kemarin. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)

KUDUS, lingkar.co – Penilaian Akhir Semester (PAS) jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kudus tahun ini masih dilakukan secara daring. Hal tersebut karena kondisi saat ini yang masih dalam masa pandemi covid-19. Dan itu membuat beberapa siswa yang mengalami kesulitan untuk mengikuti PAS secara daring.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Dian Vitayani Winahyu sangat mengerti akan hal itu. Ia kemudian menyampaikan bahwa untuk siswa yang memang mengalami kendala, bisa menghubungi pihak sekolah. Supaya bisa dibantu oleh sekolah masing – masing.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Kegiatan belajar mengajar ini sudah masuk fase penilaian akhir semester. Karena masih pandemi, PAS kita lakukan secara daring sesuai jadwal. Bagi anak – anak yang tidak ada fasilitas atau ada kendala dalam mengikuti PAS, sekolah siap membantu. Siswa bisa lapor saja ke sekolah kesulitannya seperti apa, nanti akan dibantu oleh sekolah. Jadi anak – anak jangan khawatir. Anak – anak belajar saja untuk mengikuti penilaian akhir semester ini” terangnya.

Pihaknya meminta sekolah bisa menfasilitasi siswa yang memang mengalami kendala mengikuti PAS secara daring ini. “Kalau memang ada kesulitan, harus dicarikan solusinya. Kami berterimakasih ke sekolah yang mau menfasilitasi itu. Tapi tidak kemudian seluruh siswa ke sekolah. Hanya beberapa saja yang memang perlu dibantu,” imbuhnya.

Salah satu sekolah yang intens membantu siswanya ialah SMP N 2 Dawe. Kepala Sekolah SMP N 2 Dawe, Kusdi menyampaikan bahwa sekolah siap membantu siswa – siswinya yang mengalami kendala mengikuti PAS daring.

“Saat persiapan PAS itu bapak ibu guru terutama wali kelas mendata apakah seluruh siswa bisa ikut PAS di rumah masing – masing. Ternyata ada sebagian anak yang membutuhkan bantuan karena tidak punya hp, kuota habis karena digunakan untuk belajar persiapan ujian atau tidak ada sinyal. Kita fasilitasi siswa tersebut. Mereka bisa mengikuti PAS di laboratorium komputer yang ada di sekolah dengan tetap mengutamakan protokol Kesehatan,” katanya.

Total jumlah siswa di SMP 2 Dawe adalah 660 siswa. Jumlah siswa yang mengikuti PAS daring di sekolah pada hari pertama ada 4 siswa. Kemudian hari berikutnya ada 5 siswa. Nantinya ini bisa berubah – ubah sesuai dengan kondisi siswa. “Misal nanti ada siswa yang ternyata belum terdata tapi kemudian mengalami kesulitan mengikuti PAS secara daring, sekolah mengijinkan siswa tersebut untuk ikut PAS di sekolah. Supaya seluruh siswa bisa mengikuti PAS ini. Karena ini penilaian wajib untuk nilai rapot” jelasnya. (mg4/pal/aji

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.