Golkar Tidak Khawatir Elektabilitas Disalip PKB Jelang Pemilu 2024

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akhbarshah Laksono. Foto: Dok. Golkar
Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akhbarshah Laksono. Foto: Dok. Golkar

Lingkar.co – Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno, mengatakan tidak khawatir tingkat elektabilitas partainya disalip oleh PKB.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat elektabilitas Golkar hanya 9,1 persen.

Survei SMRC yang dilakukan pada 2-11 Maret 2023 tersebut, menempatkan Golkar di urutan empat, dibawah PDIP, Gerindra dan PKB.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Artinya, elektabilitas Golkar disalip oleh PKB dan terlempar dari tiga besar parpol terkuat jelang Pemilu 2024.

Menanggapi hasil tersebut, Dave mengatakan, bahwa hasil survei sifatnya fluktuatif, dan pasti akan mengalami perubahan.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Jadi hasil survei itu kan selalu fluktuatif dari berbagai macam faktor,” ucapnya kepada Lingkar.co, melalui pesan WhatsApp, Minggu (19/3/2023) malam.

Png-20230831-120408-0000

Ia mengatakan, perubahan tingkat elektabillitas parpol bisa terjadi melalui isu-isu kekinian hingga faktor dari tokoh-tokoh yang mampu mengubah survei tersebut.

“Misalnya isu-isu terkait, ada juga dari tokoh-tokoh tertentu yang bisa menaikkan atau mengubah survei tersebut,” ucap Dave.

Kendati demikian, kata dia, Partai Golkar tidak terlalu khawatir dengan hasil survei tersebut. Justru jadi cambuk bagi Golkar untuk meningkatkan kinerja.

“Akan tetapi kami tidak khawatir, justru kami akan terus fokus untuk meningkatkan kinerja Golkar,” kata Anggota Komisi I DPR itu.

Ia mengatakan, Golkar akan terus memperjuangkan dan menyuarakan isu-isu sensitif yang menjadi kondisi riil di tengah masyarakat.

“Hal-hal itulah yang ditunggu masyarakat dan itu yang akan kami terus perjuangkan,” ucap Dave.

‘Dan kami yakin masih cukup waktu, masih ada sekitar 10 bulan lagi menjelang pemilu, masih banyak akan terjadi perubahan,” lanjutnya.

Menurut Dave, masih banyak kesempatan untuk meningkatkan elektabilitas partai, baik tingkat keterkenalan hingga keterpilihan partai.

“Yang paling utama itu adalah kami terus bekerja untuk memperkuat basis massa Partai Golkar,” ucap Dave.

Sasar Pemilih Milenial

Dave menilai, saat ini pemilih terbesar dalam pemilu yang akan datang adalah generasi milenial dan generasi Z.

“Mereka adalah segmen terbesar dan yang amat responsif dalam isu-isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka,” ucap Dave.

Oleh karena itu, Golkar akan semakin giat dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan.

“Golkar akan semakin giat bertindak dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi mereka dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan,” jelas Dave.

Selain itu, Dave juga mengatakan, Golkar akan terus bekrja menyosialisasikan seluruh capaian kinerja Ketum Airlangga Hartarto selaku Menko Perekonomian.

“Dan juga bekerja menyosialisasikan seluruh kerja-kerja hasil capaian pak Airlangga Hartarto selaku Menko Perekonmian, karena beliau adalah calon presiden kami di pemilu akan datang,” pungkasnya.

Hasil Survei SMRC

SMRC merilis hasil survei terbaru terkait tingkat elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2024.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan, survei dilakukan melalui wawancara tatap muka kepada 1.220 responden pada 2-11 Maret 2023.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut, diperkirakan sebesar ± 3,1 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Hasilnya, kata Deni, tingkat elektabilitas partai politik belum menunjukkan kenaikan dibanding pada Pemiu 2019.

“Elektabilitas sebagian besar partai belum pulih,” paparnya, dalam kanal YouTube SMRC TV, Minggu (19/3/2023).

Dia mengatakan, hanya tiga partai yang mengalami kenaikan elektabilitas pada survei jelang Pemilu 2024, yakni PDIP, Gerindra dan PKB.

Hasil survei terbaru SMRC, elektabilitas PDIP meningkat dari Pemilu 2019 sebesar 19,3 persen, menjadi jadi 23,4 persen (Maret 2023) di posisi pertama.

Gerindra pada posisi kedua. Partai besutan Prabowo Subianto ini, mengalami peningkatan elektabilitas dari 12,6 persen menjadi 14,1 persen (Maret 2023).

Sedangkan PKB, kata Deni, berhasil merangsek ke posisi ketiga. Elektabilitasnya juga naik dari 9,69 persen menjadi 10,3 persen (Maret 2023), mengungguli Golkar.

Deni mengatakan, Golkar dan partai lainnya mendapatkan dukungan lebih rendah dari perolehan Pemilu 2019 berdasarkan survei terbaru SMRC.

Golkar menempati posisi keempat dengan 9,1 persen. Urutan kelima ada NasDem dengan 7 persen.

Kemudian, urutan keenam, Partai Demokrat dengan 5,9 persen. Disusul PKS di urutan ketujuh dengan 5,7 persen.

Lalu, kata Deni, ada PPP dengan 2,4 persen, PAN 1,9 persen, Perindo 1,7 persen, dan PSI 1,1 persen.

Sementara paratai lainnya hanya mendapatkan suara di bawah 1 persen.

Deni mengatakan, bahwa tetap terbuka kemungkinan perubahan perolehan suara masing-masing partai.

Hal tersebut kata Deni, karena masih tingginya publik yang belum menentukan pilihan.

“Setiap partai masih punya peluang menaikkan dukungan karena masih ada sekitar 15,3 persen pemilih yang belum menentukan pilihan,” pungkasnya.*

Penulis: M. Rain Daling
Editor: M. Rain Daling

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *