GPK: Kepemimpinan Perempuan Harus Berkualitas

  • Bagikan
Nadia Hasana Humaira Bendahara Umum Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK). dok pribadi/Muhammad Idris/Lingkar.co
Nadia Hasana Humaira Bendahara Umum Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK). dok pribadi/Muhammad Idris/Lingkar.co

Jakarta, Lingkar.co – Bendahara Umum Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Nadia Hasana Humaira, menilai, perempuan harus memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri karena posisinya di dunia politik sudah setara dengan laki-laki.

“Bahkan, ruang dalam aspek aktualisasi dalam politik sudah semestinya perempuan ambil peran,” ucap Nadia dalam seminar nasional “Menjadi Pemimpin Sukses di Era 5.0” di Himapol FISIP UMJ di Aula Kasman Singodimedjo FISIP UMJ.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Meskipun demikian, menurutnya, peningkatan kualitas diri perempuan tidak melulu di arahkan ke politik. Yang terpenting baginya, potensi perempuan harus terspesialisasi.

Baca Juga :
Atasi Kisruh Warga Kedungpoh, Kapolres Gelar Mediasi

“Sehingga mampu berdaya saing dan bermanfaat yang dapat menyalur dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Bendahara GPK tersebut.

Menurut Ketua Pemenangan Dapil DPP PPP ini, sudah banyak perempuan Indonesia yang dapat menjadi contoh. Oleh karena itu, para perempuan tidak perlu khawatir sendiri.

“Karena masih banyak perempuan-perempuan lain yang memperjuangkan hak-hak perempuan yang sama.Hanya memang kendalanya perempuannya itu mau atau tidak,” ujar Nadia Hasana Humaira.

Pada kesempatan sama, Staf Ahli Komisi I DPR, Dhini Sastroatmodjo, menerangkan, kuota perempuan di DPR sesuai amanat undang-undang sebesar 30%. Namun, jumlah keterwakilannya belum terpenuhi.

“Dari total di parlemen, baru mencapai 22%. Inilah pentingnya perempuan harus terlibat bahkan pada suksesi 2024, perempuan harusnya memilih perempuan agar kuota terpenuhi,” tuturnya.

Seperti Nadia, dirinya juga mendorong peningkatan kualitas diri perempuan. Dhini juga meminta para perempuan berani tampil dan meyakinkan saat berhadapan dengan laki-laki.

“Pengetahuan, soft skill juga tidak boleh dilupakan. Di sini banyak perempuan yang hadir, jadi terus meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” katanya.

Sebelumnya, Kaprodi Ilmu Politik FISIP UMJ, Usni Hasanudin dalam sambutannya mengutip pernyataan mantan pemimpin militer dan politik Prancis, Napoleon Bonaporte.

“‘Suarakanlah kebenaran dengan berani, tetapi jangan di luar sistem. Masuk ke dalam sistem agar suara kebenaran dapat tersampaikan dengan rute yang baik,'” serunya.

Penulis: Muhammad Idris

Editor: Muhammad Nurseha

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.