Lingkar.co – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dewi Yuliani, mengungkapkan kisah hidupnya yang sempat ketergantungan terhadap obat
Dewi mengaku sempat menjadi seorang pesakit yang selama delapan tahun terus-menerus bergantung pada obat-obatan tanpa henti.
“Tanpa tubuh yang sehat, seseorang tidak akan mampu bekerja secara maksimal, tidak bisa mengurus anak dan rumah tangga dengan baik, bahkan untuk beribadah pun tidak dapat dirasakan dengan tenang,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dewi mengatakan hal itu saat membuka secara resmi kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPTD Puskesmas Penajam Kalimantan Timur, Jumat (10/4/2026).
Maka dari itu ia menyadari bahwa kesehatan merupakan aset nomor satu yang tidak bisa ditawar.
“Jangan lagi menunggu sakit baru datang memeriksakan diri,” pesannya.
Baginya, sehat itu sejatinya dimulai dari kesadaran diri sendiri yang kemudian harus disosialisasikan kepada orang-orang tersayang di lingkungan sekitar.
Ia membagikan kisah pahit hidupnya itu untuk menggugah kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan dan menyadari pola deteksi dini cegah penyakit.
Melalui PKK, ia ingin memberikan contoh nyata kepada masyarakat bahwa kegiatan CKG bukan sekadar rutinitas formalitas organisasi, melainkan langkah konkret untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit sebelum muncul keluhan yang lebih parah.
Sejalan dengan hal itu, ia mengajak semua pihak untuk meluangkan waktu sejenak berkunjung ke laboratorium atau puskesmas terdekat sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit tidak menular yang kerap mengintai, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, hingga penyakit jantung.
Turut hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten PPU Safira Kunthi Arlivianti, Kepala UPTD Puskesmas Penajam Saryono, serta jajaran pengurus dan anggota TP-PKK Kabupaten PPU.
Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten PPU Safira Kunthi Arlivianti memberikan apresiasi terhadap TO PKK karena telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, kegiatan CKG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat agar faktor risiko kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan,” tuturnya.
Safira menekankan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bertumpu pada tenaga kesehatan, melainkan butuh sinergi dari mitra strategis seperti TP-PKK.
Sebab, menurutnya, PKK memiliki peran vital dalam mengedukasi dan menggerakkan keluarga untuk hidup sehat.
Dirinya berharap, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan seluruh kader PKK dapat terus berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang sehat, produktif, dan sejahtera di masa depan. (*)








