Gus Muhaimin Minta Menteri Nadiem Berkomitmen Tuntaskan Buta Aksara

  • Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar. FOTO: Dok.DPR/Lingkar.co
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar. FOTO: Dok.DPR/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar, mendorong pemerintah mempercepat penuntasan buta aksara.

Hal itu ia sampaikan dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional, yang jatuh pada 8 September.

“Saya menyampaikan selamat Hari Aksara Internasional 8 September,” kata Gus Muhaimin, dalam rilisnya, Selasa (7/9/2021).

Ketua Umum PKB itu, mendorong Mendikbudristek, Nadiem Makarim, agar berkomitmen melakukan percepatan penuntasan buta aksara di Indonesia.

Hal itu sesuai target yang telah ditetapkan, yaitu capaian angka melek aksara untuk usia 15-59 tahun di atas 98 persen.

“Saya juga mendorong Kemendikbudristek segera memperbaiki strategi dan sistem pembelajaran, termasuk literasi,” ucapnya.

Selain itu, Gus Muhaimin, meminta Kemendikbudristek, untuk berupaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya literasi sejak dini agar kesetaraan akses pendidikan semakin terjangkau.

Politisi PKB itu, mengatakan hampir 3 juta penduduk Indonesia saat ini masih buta aksara.

Bahkan kata dia, sebagian wilayah Indonesia memiliki persentase buta aksara di atas rata-rata nasional, antara lain: Papua (22,03 persen), Nusa Tenggara Barat (7,52 persen).

Kemudian, Sulawesi Barat (4,46 persen), Nusa Tenggara Timur (4,24 persen), Kalimantan Barat (3,54 persen), Jawa Timur (3,21 persen), Sulawesi Tenggara (2,47 persen),

Selanjutnya, Jawa Tengah (2,03 persen), dan Papua Barat (1,77 persen).

Baca Juga :
Vaksin Bukan Syarat Utama, Legislator: Pati Harus Berani Mulai PTM

KOORDINASI DENGAN PEMDA

Gus Muhaimin, meminta Kemendikbudristek berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk berupaya memberantas buta aksara.

Caranya kata dia, dengan meningkatkan literasi yang difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sebab daerah tersebut sulit terjangkau, terutama pada masa pandemi Covid-19.

“Kemendikbudristek harus mengoptimalkan program pendidikan keaksaraan, yaitu program pendidikan dasar yang bertujuan untuk mengubah buta aksara menjadi melek aksara,” jelasnya.

Selain itu, kata Gus Muhaimin, mengoptimalkan program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM).

Hal itu bertujuan, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berusaha dan mencari informasi lewat koran atau buku, yang bisa meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat.

Gus Muhaimin, juga mendorong optimalisasi Program Multikeaksaraan, yang berorientasi pada profesi, keahlian dan pekerjaan, budaya, sosial dan politik, kesehatan dan olahraga, dan pengetahuan teknologi.

“Kemendikbudristek harus berkomitmen melakukan penuntasan buta aksara dengan membuka dan memperluas peluang bagi masyarakat untuk bisa menempuh pendidikan kesetaraan, seperti Paket A (SD) Paket B (SMP), atau Paket C (SMA),” pungkasnya.*

Penulis : M Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!