Lingkar.co — Anggota Komisi DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Ali Wafa atau yang akrab disapa Gus Wafa, menggelar forum komunikasi publik dalam rangka peningkatan kualitas kebijakan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda). Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Rembang ini membahas implementasi Perda Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan.
Dalam forum tersebut, Gus Wafa menegaskan bahwa kegiatan komunikasi publik menjadi salah satu sarana penting bagi legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Berbagai masukan dari warga, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi strategis di DPRD Jawa Tengah yang berkantor di Gedung Berlian, Semarang.
Menurutnya, harapan masyarakat saat ini juga mengalami perubahan. Warga tidak lagi hanya menuntut pembangunan fisik atau alokasi anggaran semata, tetapi juga membutuhkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Rakyat tidak semata-mata menginginkan anggaran atau pembangunan fisik. Mereka menginginkan kebijakan yang pro-rakyat. Kebijakan pemerintah seharusnya menjadi acuan utuh untuk menyejahterakan warga,” ujar Gus Wafa, Sabtu sore (14/3/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan mengawal berbagai program pemerintah agar pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Selain membahas peran pemuda dalam mendukung ketahanan pangan, forum tersebut juga menyoroti persoalan pendidikan yang berdampak pada keberlangsungan Madrasah Diniyah (Madin). Gus Wafa mengungkapkan adanya masukan dari masyarakat terkait penerapan sekolah enam hari yang dinilai berpengaruh terhadap tingkat kehadiran siswa di Madin.
“Secara fisik, bangunan Madin di wilayah Rembang sudah sangat representatif. Namun tantangan terbesar justru pada masalah absensi siswa. Ini akan kami dorong ke Pemerintah Provinsi agar ada solusi kebijakan yang tidak menggerus peran guru Madin,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Rembang dari Fraksi PPP, M. Lutfi Afifi, juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian di daerah.
Ia menyebut usulan pembangunan lumbung padi di wilayah Kasreman telah diajukan sebagai langkah konkret untuk memperkuat infrastruktur pertanian, khususnya dalam mendukung pengairan bagi para petani.
Melalui tema “Peran Pemuda dalam Mengawal Program Ketahanan Pangan”, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong generasi muda di Rembang agar lebih aktif berpartisipasi dalam pengawasan dan pelaksanaan kebijakan daerah.
Sinergi antara kebijakan yang tepat serta partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan ekonomi di Jawa Tengah. (*)








