Gus Yasin: Wajar, Gerakan Jateng di Rumah Saja Banyak Kritik

  • Bagikan
MENUAI PROTES: Warga mengenakan topeng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan aksi sosialisasi program "Jateng di Rumah Saja" di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/2) lalu.(ANTARA/LINGKAR JATENG)
MENUAI PROTES: Warga mengenakan topeng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan aksi sosialisasi program "Jateng di Rumah Saja" di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/2) lalu.(ANTARA/LINGKAR JATENG)

SEMARANG, Lingkar.co– Banyaknya keluhan terhadap Gagasan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tentang Jateng di Rumah Saja pada Sabtu-Minggu (6-7/2) lalu ditanggapi oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengakui, banyaknya kendala yang dihadapi saat menerapkan gerakan tersebut.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Menurut Gus Yasin, lantaran Jateng di Rumah Saja merupakan hal baru dan budaya baru. “Orang tidak pernah, kok tiba-tiba disuruh tinggal dua hari di rumah. Nah ini berat. Apalagi kemarin Gerakan Jateng di Rumah Saja, pengumumanya mendadak hanya beberapa hari, tidak sampai seminggu. Sehingga persiapan masyrakat agak kerepotan,” ungkap Gus Yasin.

Lanjutnya, sehingga wajar apabila memunculkan banyak kritikan dari masyarakat. “Supaya ada kritik, lalu kita mencari solusi. Semakin banyak kritik, semakin banyak kita mencari solusinya. Kedepan kalau suatu hari nanti, misalkan ada pemberlakuan hal yang sama seperti itu kita bisa mengatisipasinya,” imbuhnya.

Disinggung soal keluhan di masyarakat kecil yang kena imbas gagasan Jateng di Rumah Saja, Gus Yasin mengakui, banyak keluhaan itu dari pedagang kaki lima (PKL)  dan pedagang pasar. Meskipun pedagang pasar ada peningkatan omset sebelum hari H Jateng di Rumah Saja.

“Kemarin saya coba muter dan coba kordinasi dengan beberapa kepala daerah di kabupaten . ternyata 1 hari  atau 2 hari sebelum imbauan Jateng di Rumah Saja pasar malah ramai. Artinya income-nya juga naik, tinggal persiapanya saja kita perbaiki. Supaya income naik, namun tetap mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya. (ito/one)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.