Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) berupaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan pendapatan daerah dari sektor retribusi dan pengelolaan aset.
Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Muhtar, mengatakan pihaknya telah membahas langkah tersebut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
“Sudah dibahas OPD penghasil dengan Bupati. Retribusi jadi peluang, contoh parkiran jika dikelola dengan baik bisa lebih intensif dengan digitalisasi dan sektor lain, aset-aset yang saat ini dikelola dengan baik,” ujar Muhtar kepada awak media, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, digitalisasi pengelolaan retribusi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu, berbagai aset yang dimiliki pemerintah daerah juga akan dimaksimalkan pengelolaannya.
Pemkab Pati juga berupaya mengoptimalkan pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah semakin meningkat.
“Mengoptimalkan pendapatan daerah dan intensifikasi-ekstensifikasi sektor pendapatan dan manajemen aset. Intensifikasi dari yang sudah ada seperti digitalisasi, kemudian ekstensifikasi objek pajak yang belum digarap,” jelasnya.
Muhtar menambahkan, langkah tersebut juga dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan dampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat terhadap perekonomian daerah.
“Adanya efisiensi anggaran ini termasuk menyikapi dinamika politik saat ini dikhawatirkan berpengaruh kebijakan pemerintah pusat, salah satunya adalah pengurangan. Kalau dikurangi memengaruhi kemampuan akses kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (*)








