Hadiri Pelantikan GMPI Pati, Gus Wafa: Pemuda Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Penonton Politik

Anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP, M. Ali Wafa, dalam Seminar Pendidikan Politik pada acara Pelantikan PC GMPI Kabupaten Pati, di Hotel Safin Pati, Jumat (24/1/2026). Foto: Miftah/Lingkar.co

Lingkar.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Ali Wafa, menegaskan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Ia menilai pemuda tidak boleh lagi bersikap pasif dalam dinamika politik, melainkan harus tampil sebagai motor penggerak perubahan.

Pesan itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Wafa dalam Seminar Pendidikan Politik pada acara Pelantikan Pimpinan Cabang Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PC GMPI) Kabupaten Pati, di Hotel Safin Pati, Jumat (24/1/2026).

Menurut Gus Wafa, masih banyak anak muda yang memandang politik sebagai dunia yang jauh dari kehidupan mereka. Padahal, hampir seluruh kebijakan publik yang diputuskan pemerintah berdampak langsung pada generasi muda, mulai dari sektor pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga ruang berekspresi.

“Kalau pemuda hanya diam dan apatis, maka masa depan bangsa akan ditentukan oleh orang lain. Pemuda harus berani tampil sebagai motor politik, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membuka ruang partisipasi politik yang sangat luas. Media sosial kini menjadi arena baru bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi, mengkritik kebijakan, sekaligus mengawal kinerja pejabat publik.

“Hari ini politik ada di genggaman tangan. Satu konten, satu video, satu tulisan bisa menggerakkan ribuan orang. Inilah kekuatan pemuda di era digital,” ujarnya.

Gus Wafa juga menekankan bahwa keterlibatan politik tidak berhenti pada momentum pemilu semata. Pemuda harus terus aktif mengawasi jalannya pemerintahan, memberi masukan, serta mengingatkan agar kebijakan yang diambil tetap berpihak kepada rakyat.

Ia pun mendorong kader GMPI Kabupaten Pati untuk berani terjun langsung ke ruang-ruang kebijakan.

“Regenerasi kepemimpinan adalah keharusan. Kalau pemuda tidak masuk ke dalam sistem, kita hanya akan terus mengeluhkan keadaan tanpa bisa mengubahnya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua PC GMPI Pati, Iwan Rizal Fauzi, menegaskan bahwa GMPI siap menjadi wadah konsolidasi pemuda untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.

“Kami meyakini pemuda adalah penentu keberhasilan dan kemajuan suatu daerah. Karena itu, PC GMPI Kabupaten Pati siap menjadi motor penggerak, mitra strategis pemerintah, sekaligus aktor perubahan bagi Pati Bumi Mina Tani,” ujar Iwan.

Ia menyampaikan bahwa kepengurusan GMPI periode 2025–2030 berkomitmen merangkul seluruh elemen pemuda tanpa memandang latar belakang kelompok, golongan, etnis, maupun agama demi membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“GMPI tidak hanya hadir sebagai organisasi seremonial, tetapi sebagai kekuatan sosial yang aktif, solutif, dan responsif terhadap persoalan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Iwan juga mengumumkan rencana bakti sosial untuk membantu korban banjir di Kecamatan Juwana, khususnya Desa Jepuro dan Margomulyo, yang akan dilaksanakan bersama Gus Wafa.

“Ini adalah komitmen kami bahwa GMPI hadir, bekerja, dan bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya. (*)