Harmoni Syawalan Megono 2026, Sukirman Ingatkan Bukan Sekedar Tradisi Berkumpul

Plt, Bupati Pekalongan, Sukirman saat menyampaikan sambutan kegiatan Harmoni Syawalan Megono 2026 di Halaman Parkir Objek Wisata Linggoasri, Jumat (27/3/2026).
Plt, Bupati Pekalongan, Sukirman saat menyampaikan sambutan kegiatan Harmoni Syawalan Megono 2026 di Halaman Parkir Objek Wisata Linggoasri, Jumat (27/3/2026).

Lingkar.co – Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman menhingatkan, tradisi Syawalan merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai luhur untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat silaturahmi antarwarga. Bukan sekedar tradisi untuk berkumpul.

“Syawalan ini bukan sekadar tradisi berkumpul, tetapi mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong yang harus terus kita jaga. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Pantura, termasuk Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Sukirman menegaskan hal itu saat menyampaikan sambutan kegiatan Harmony Syawalan Megono 2026 di Halaman Parkir Objek Wisata Linggoasri, Jumat (27/3/2026).

Sukirman melanjutkan, pelaksanaan Syawalan tahun ini terasa berbeda karena adanya perbedaan waktu perayaan Idulfitri, namun hal tersebut tidak boleh menjadi perpecahan.

“Perbedaan ini jangan dijadikan sesuatu yang prinsip. Ini justru menjadi bagian dari keragaman yang harus kita syukuri bersama,” pesannya..

Pada kesempatan itu, Plt. Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Dalam menjalankan pemerintahan tentu ada kekurangan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Terkait Sego Megono, Sukirman menyebut makanan khas tersebut tidak hanya sekadar kuliner, namun memiliki nilai budaya yang perlu terus dipromosikan agar semakin dikenal luas, bahkan dapat menjadi daya tarik wisata.

“Megono ini adalah kekayaan kuliner kita. Tradisi Syawalan dengan Megono ini harus terus kita kampanyekan dan sosialisasikan, agar menjadi kebanggaan daerah sekaligus mampu menarik wisatawan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan ribuan bungkus Sego Megono yang dibagikan kepada masyarakat. Plt. Bupati mengajak seluruh warga untuk menikmati sajian tersebut bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan kesederhanaan.

“Silakan dinikmati bersama. Tidak perlu berebut, kita antri dengan tertib. Ini momentum kebersamaan kita,” pesannya.

Sebagai informasi, kegiatan Harmony Syawalan Megono 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya lomba kreasi penyajian Sego Megono, makanan khas Pekalongan yang menjadi simbol utama dalam tradisi Syawalan.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya pelestarian tradisi khas masyarakat Pekalongan setelah Hari Raya Idulfitri.

Nampak hadir pada kesempatan itu, jajaran Forkopimda, Sekda serta para asisten, kepala OPD, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai wilayah.

Pemkab Pekalongan berharap kegiatan Harmony Syawalan Megono dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempererat silaturahmi masyarakat, namun juga mampu mendukung promosi wisata dan budaya lokal Kabupaten Pekalongan. (*)