Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman saat menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan satu periode kepemimpinan menegaskan, pihaknya tidak mau menerima sumbangan atau sumber dana yang berpotensi mengikat.
Satu periode kepemimpinan atau masa khidmah terhitung sejak tahun 2022 hingga pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang di awal tahun ini
“Tidak menerima atau meminta dana dari partai politik, tidak menerima dari perorangan pejabat dan dewan. Ini agar Ansor tidak ditagih di kemudian hari,” kata dia dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang yang digelar di Ponpes Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026) petang.
Dijelaskannya, kegiatan keuangan tersebut relatif lebih baik daripada memiliki tanggungan moral atas kepentingan politik pihak tertentu setelah memberikan bantuan pendanaan kegiatan.
“Apalagi Ansor di periode ini (2022-2026) memasuki tahun politik, kita memang harus berhati-hati dalam pendanaan,” tandasnya.
Usai paparan dari ketua dan sekretaris, LPJ PC GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2022-2026 dinyatakan diterima.
Paparan laporan kegiatan berjalan lebih santai dengan beberapa candaan ketimbang Sidang Tata Tertib yang digelar pada sore hari. Sejumlah perwakilan meminta klarifikasi terkait akreditasi.
Saat itu, Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang, Agus Setyawan memberikan penjelasan secara detail bahwa akreditasi berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yakni Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) dan hasil rapat pleno pengurus harian.
“Jadi akreditasi berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama dengan dasar PD/PRT,” ujarnya.
Terkait terkendalanya dua Surat Keputusan (SK) pengurus Pimpinan Ranting, Agus menyampaikan persoalan utama yang terjadi, yakni; Pimpinan Anak Cabang (PAC) kurang komunikatif terhadap ranting dalam mendampingi administrasi hingga ke tingkat cabang.
“Harapannya, pada kepengurusan selanjutnya, PAC bisa mendampingi kegiatan administrasi ranting sampai terbitnya SK,” ucapnya.
Dinamika dalam Sidang Tatib berjalan dengan baik dan tanpa adu argumentasi lantaran tiga kandidat ketua juga pengurus harian yang terlibat dalam rapat pleno. Selain itu, semua peserta telah memiliki pendidikan politik yang baik. (*)
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat







