IDI Kudus Imbau Warga Tak Takut Divaksin Astrazeneca atau Pfizer

  • Bagikan
SCREENING:Seorang warga sedang melakukan screening sebelum menerima vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Senin (15/11).
SCREENING:Seorang warga sedang melakukan screening sebelum menerima vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Senin (15/11).

KUDUS, Lingkar.co – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengimbau warga untuk tidak takut menerima vaksin Covid-19 jenis Astrazeneca ataupun Pfizer. Menurutnya, warga di Kabupaten Kudus saat ini masih ada yang takut untuk divaksin menggunakan jenis Astrazeneca dan Pfizer.

“Masyarakat tidak perlu takut jika memang mendapatkan jatah vaksin Astrazeneca ataupun Pfizer. Karena vaksin ini sama saja dengan vaksin jenis lainnya,” kata dokter Ahmad.

Ia menjelaskan, KIPI ringan yang sering terjadi bagi penerima vaksin merupakan hal yang wajar. Sehingga ia meminta masyarakat untuk tidak takut secara berlebihan.

“Kalau setelah disuntik Astrazeneca atau Pfizer merasa panas itu wajar. Bisa diberi obat penurun panas saja seperti paracetamol, tidak masalah,” ucapnya.

Dokter Ahmad mengatakan, sejauh ini di Kabupaten Kudus belum ada warga yang mengalami KIPI berat selama menerima vaksin jenis Astrazeneca ataupun Pfizer. Mayoritas hanya mengalami demam untuk sementara waktu saja.

Dia menerangkan, untuk KIPI ringan setelah menerima vaksin yaitu mengalami nyeri di titik bekas suntikan, panas dan pegal-pegal saja. Sementara KIPI berat diantaranya seperti muntah, kejang hingga tak sadarkan diri.

“Tapi tak perlu khawatir, petugas vaksinator sebelumnya juga tetap akan melakukan screening dulu untuk mengecek kondisi kesehatan penerima vaksin. Jadi akan dipastikan dulu supaya tidak mengalami KIPI berat,” sebutnya.

Namun, lanjutnya, jika penerima vaksin mengalami KIPI berat nantinya bisa menghubungi tiga rumah sakit (RS) rujukan di Kabupaten Kudus. Diantaranya yaitu RSI, RS Mardirahayu dan RSUD Loekmono Hadi.

Koordinator Vaksinasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Ali Muhtadi menambahkan, vaksin jenis Astrazeneca dan Pfizer termasuk jenis vaksin yang direkomendasikan untuk berpergian ke luar negeri. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan jenis vaksin ini.

“Vaksinasi ini bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh bagi penerimanya. Jadi apabila terpapar Covid-19 tidak mengalami gejala yang berat,” imbuhnya.

Lingkar News Network

  • Bagikan