Wisata  

Instagramable, Aviary Baru Semarang Zoo Siap Sasar Kawula Muda

seorang ibu saat saat menikmati kandang burung baru Semarang Zoo dengan memotret putranya. (Rifqi)/LINGKAR.CO
seorang ibu saat saat menikmati kandang burung baru Semarang Zoo dengan memotret putranya. (Rifqi)/LINGKAR.CO

SEMARANG, Lingkar.co – Kebun binatang Semarang (Semarang Zoo) hampir menyelesaikan pembuatan kandang burung (Aviary) yang masing-masing berukuran sekitar 3×3 meter persegi. Aviary ini memiliki keunggulan berupa perpaduan antara lukisan dengan bentukan semen. Selain itu juga dihiasi kolam kecil dan jembatan, serta tempat duduk yang nyaman bagi pengunjung.

Pengunjung asal Ngaliyan Semarang, Muhammad Arif Ridwan yang datang bersama istri dan keponakannya mengaku tertarik dengan perubahan yang ada, “Ini menurut saya sudah bagus untuk konten instagram,” kata dia, Minggu (31/7).

Whats-App-Image-2022-11-29-at-13-41-21

Pasangan pengantin baru ini pun berharap bisa lebih menarik minat wisatawan, “Sudah lama tidak ke sini (Semarang Zoo). Ini (Aviary baru) lebih bagus. Ya harapannya bisa menarik minat wisatawan,” harapnya.

Selain itu, dia juga berharap adanya pengembangan fasilitas yang mendukung kawula muda untuk bersantai, “Kalau ada area semacam cafe untuk anak muda bakal lebih ramai lagi,” ujarnya.

Sementara, Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin menerangkan, perbaikan aviary baru tersebut merupakan yang kedua setelah aviary berbentuk kubah (doom) “Ini kandang burung kedua yang kami perbaiki, sebelumnya doom kita perbaiki agar pengunjung bisa masuk dan berinteraksi langsung dengan aneka aves,” katanya.

Dia melanjutkan, perbaikan Semarang Zoo dimulai dari kandang hewan herbivora, dilanjut dengan aviary, “Perbaikan dua kandang burung ini dikerjakan hampir bersamaan dengan pembuatan arena pertunjukan animal shows yang ada di belakang,” bebernya.

Dengan perbaikan tersebut dirinya berharap generasi muda tertarik untuk belajar tentang konservasi binatang, “Bernuansa edukatif ini yang penting. Karena kalau kita memperhatikan media sosial kan sudah banyak konten edukasi tentang satwa. Jadi harapannya perbaikan yang ada juga semakin menarik minat generasi muda, bukan hanya anak-anak,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ahmad Rifqi Hidayat

Editor: Muhammad Nurseha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *