Isu Harimau Viral, Pemkot Semarang Perketat Pengawasan Pengelolaan Semarang Zoo

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (dok Alan Henry)
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (dok Alan Henry)

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperketat pengawasan terhadap pengelolaan Semarang Zoo menyusul munculnya isu di media sosial terkait dugaan penjualan harimau. Meski belum ditemukan indikasi penjualan satwa dilindungi, Pemkot memastikan evaluasi tata kelola tetap dilakukan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan langkah pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pengelolaan aset wisata sekaligus lembaga konservasi satwa.

“Saya sudah meminta Asisten II dan Inspektorat untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan. Bukan hanya soal isu harimau, tapi juga bagaimana tata kelola pengelolaan kebun binatang ini berjalan,” ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Selasa (15/12/2025).

Menurutnya, isu yang beredar menjadi momentum bagi Pemkot untuk memastikan seluruh aktivitas pengelolaan satwa dilakukan sesuai ketentuan dan perizinan yang berlaku. Pemkot, lanjut Agustina, berkomitmen bersikap terbuka terhadap hasil pemeriksaan tersebut.

Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, menambahkan pihaknya tengah mempelajari dokumen pengelolaan satwa yang disampaikan oleh Semarang Zoo.

“Kami sedang melakukan proses klarifikasi dan pemeriksaan dokumen. Dari yang kami pelajari sementara, memang terdapat mekanisme pertukaran satwa dengan kebun binatang lain dan itu berizin,” ungkap Hernowo.

Hernowo menegaskan, evaluasi yang dilakukan Pemkot tidak hanya menyoroti isu pertukaran satwa, tetapi juga menyangkut sistem administrasi, pelaporan, serta pengawasan internal pengelola kebun binatang.

“Pengawasan ini penting agar ke depan pengelolaan Semarang Zoo lebih tertib, akuntabel, dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” katanya.

Pemkot Semarang juga melibatkan Inspektorat untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur maupun penyimpangan dalam pengelolaan satwa dilindungi. Hasil pemeriksaan tersebut akan diumumkan secara terbuka kepada publik.

Dengan langkah ini, Pemkot berharap kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Semarang Zoo tetap terjaga, sekaligus mencegah munculnya isu serupa di kemudian hari. ***