Jelang Lebaran, Pendapatan Pedagang Pakaian di Pasar Sidomakmur Naik 

Wahyu saat ditemui di Toko Pakaiannya di Pasar Sidomukti/Foto: Lilik Yuliantoro
Wahyu saat ditemui di Toko Pakaiannya di Pasar Sidomukti/Foto: Lilik Yuliantoro

Lingkar.co – Pakaian kerap menjadi incaran utama konsumen jelang lebaran. Biasanya, masyarakat akan berbondong-bondong membeli pakaian baru untuk dikenakan saat lebaran.

Wahyu, (34) penjual pakaian di Pasar Rakyat Sidomakmur, Blora, Jawa Tengah, mengatakan, kenaikan penjualan memang umum terjadi saat H-10 menjelang lebaran.

“Kalau awal Ramadan agak sepi. Tapi kalo saat ini 10 hari menginjak menjelang lebaran sudah ramai,” ucapnya saat ditemui lingkar.co, di toko busananya yang berada dikawasan Blok A Pasar Rakyat Sidomakmur, pada Rabu (12/04/2023) siang.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Dirinya pun, menceritakan bahwasanya perbedaan penjualan hari biasa dengan bulan Ramadan sangat meningkat drastis.

“Kalau hari biasa itu kadang tidak ada pembeli, kadang ada 1-5 pembeli. Kalau awal Ramadan Untuk pembeli yang datang ke toko 10-15 pembeli. Sedangkan jelang lebaran perhari bisa mencapai 20-50 pembeli,” ungkapnya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Ia pun mengatakan, bahwa harga yang ditawarkan pun bisa lebih mahal dari penjualan hari biasanya. Hal tersebut dikarenakan pembelian barang dari suplier lebih mahal dan berkualitas.

Png-20230831-120408-0000

“Kalau untuk lebaran yang dicari kan baju yang lebih pantas dan bagus. Jadi saya berani untuk beli yang berkualitas dengan harga lebih tinggi. Orang-orang juga tidak banyak tawar ketika akan beli untuk baju lebaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa untuk harga baju yang ia jual mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Selain itu juga omsetnya sangat naik saat mendekati lebaran dibandingkan hari-hari biasa.

“Kaos mulai dari 35-120 ribu, kemeja pendek 65 -95ribu, kemudian kemeja panjang 85- 125 ribu sedangkan celana 100-155 ribu. Dan Allhmdulilah omset perhari di jelang lebaran ini 2jt/hari. Kalau hari biasa 300-500 ribu,” jelasnya.

Berbeda halnya dengan Siti (42) pedagang busana muslim, bagaimana tidak, pasalnya ia mengeluhkan turunnya pembeli di Ramadan tahun ini. 

Menurutnya, faktor sepinya pembeli saat ini adalah sudah merambahnya penjual baju secara online. 

”Masih sepi sekarang, mungkin karena sudah banyak dagang di mana-mana. Jadi orang lebih memilih belanja online. Ini pun baru tiga orang yang datang untuk belanja,” ujarnya.

Penulis : Lilik Yuliantoro

Editor : Kharen Puja Risma

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *