Jelang Libur Nataru, Pemkab Kendal Pastikan Bahan Pokok Penting dan BBM Aman

Pengendara saat sedang mengisi BBM jenis pertalite di salah satu SPBU. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal memastikan Ketersediaan Bahan Pokok Penting (bapokting) hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman menjelang hingga setelah liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo memastikan ketersedian stok bapokting, mencukupi di libur Nataru ini.

“Ketersediaan Bapokting di Kendal aman, tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Hanya untuk komoditas cabai yang mengalami kenaikan. Kalau yang lain sudah terkondisikan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).

Sementara terkait ketersediaan BBM dan gas elpiji 3 kg menurutnya juga masih sangat aman. Bahkan pihaknya sudah mengajukan penambahan kuota khususnya untuk gas elpiji 3 kg.

“Khusus gas elpiji yang 3 kg kita sudah bersurat ke Pertamina untuk mendapatkan tambahan. Termasuk kita juga sudah mengajukan terkait BBM solar bersubsidi,” bebernya.

Toni juga menyampaikan antrean panjang yang seringkali terlihat di sejumlah SPBU  terjadi dinilai lantaran Kendal menjadi salah satu titik pengisian BBM solar bersubsidi terbesar di sepanjang pantura.

“Ternyata titik pengisian terbesar di Pantura itu di Kendal. Kalau bicara kuota itu sudah melebihi. Terakhir kita mengajukan ada penambahan kuota satu juta sekian per akhir November 2025,” ungkap Toni.

Sementara mengantisipasi distribusi gas elpiji yang libur saat tanggal merah, menurutnya stok akan diberikan di awal pendistribusian.

“Contoh nanti ada libur tanggal merah dua hari, nah dua hari itu kita tarik awal. Harapan kami dengan penarikan di awal itu bisa memenuhi stok selama tidak ada droping,” tandasnya.

Meski demikian pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan ketersediaan BBM dan gas elpiji 3 kg.

“Kita terus berkoordinasi dengan Pertamina jika nanti kebutuhannya banyak kita akan minta kuota lagi. Kalau penggunaan solar terbesar itu sebenarnya truk dari luar daerah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W