Jembatan Tretek Kembar Ambrol, Pemerintah Belum Bisa Melakukan Perbaikan

  • Bagikan
RUSAK: Tampak sisi jembatan Tretek Kembar di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana ambrol Selasa (9/3/2021).(DOK. PUPR PATI FOR LINGKAR.CO)
RUSAK: Tampak sisi jembatan Tretek Kembar di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana ambrol Selasa (9/3/2021).(DOK. PUPR PATI FOR LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Jembatan tretek kembar di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jateng mengalami ambrol pada sisi samping sekitar pukul 11 Selasa (9/3/2021) siang. Sayangnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) belum bisa melakukan perbaikan karena belum ada anggarannya.

Kasi Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Eny Istiana mengatakan, jembatan ambrol itu merupakan jembatan lama yang masih berbahan batu bata. Namun, pihaknya saat ini belum bisa menangani karena belum ada dananya.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Karena untuk menangani dana, juga belum ada. Karena refocusing semua kan mas. Untuk penanganan langsung ya kesulitan juga, karena tidak tersedia anggaran,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya baru memasang rambu-rambu. Selain itu pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan supaya dapat mengalihkan arus lalu lintas. Pasalnya jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama di wilayah Utara Kabupaten Pati.

“Saat ini dimohon pengguna jalan untuk kendaraan yang besar yang bermuatan berat ya jangan lewat dulu jalan Juwana – Tayu,” harapnya.

Eny menuturkan bahwa sebenarnya jembatan tersebut telah memasukkan rencana kerja pada tahun 2022. Namun, belum ada perbaikan malah sudah ambrol.

“Karena itu jembantan besar kan. Bentangnya itu 10 meter. Anggaran perkiraan untuk dua jembatan itu sekitar Rp 2 miliar. Yang ambrol satu itu bentangnya 10 meteran butuhnya 700-an. Keduanya 1.5 M itu yang kita masukkan dalam renja,” paparnya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan akan bisa melakukan perbaikan. Selanjutnya ia akan berkomunikasi dengan atasan untuk menemukan solusi dari persoalan tersebut.

“Itu kita belum bisa menentukan kapannya, karena sementara anggaran sekarang baru terkena refokusing. Kalau kita buat penahan sementara itu sekitar 100-an nantinya buang-buang juga. Kan sekarang semua dikurangi,” ujarnya.(lam/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.