PATI, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Kartu Identitas Anak (KIA), merupakan awal penertiban administrasi sejak dini yang merupakan awal dari Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA).
Pendataan penduduk sejak usia dini, diharapkan bisa menjadi bekal pemerintah dalam melakukan kolektif data penduduk secara teliti.
Menurut Plt. Sekretaris Desa (Sekdes) Trangkil, Kecamatan Trangkil Adi Priyo. Pihaknya sering mengingatkan masyarakat terkait pentingnya melakukan pembaruan status kependudukan ketika ada perubahan.
Hal ini merupakan salah satu upaya dari program GISA, yang mulai gencar di sosialisasikan baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun tingkat desa.
“Misal bagian jenjang pendidikan, seseorang paling tidak setiap pindah jenjang harusnya melakukan perubahan data secara berkala,” jelas Adi kepada Lingkar.co, Sabtu (10/7/21).
Hal ini lanjutnya, bertujuan agar masyarakat sadar akan falidasi status data kependudukan mereka masing-masing.
“Sebab hal ini juga penting untuk kolom status pernikahan, pekerjan dan lainnya, yang juga bermaksud untuk menghindari kekeliruan input data, karena data yang telah berubah,” imbuhnya.
Baca juga:
Pungli, Akibat Kurangnya Kesadaran Masyarakat Urus Berkas Mandiri
Baca selanjutnya…
Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps