Lingkar.co – Jumlah korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terus bertambah.
Hingga laporan terakhir pada Sabtu, 11 Januari 2026, tercatat 780 orang terdampak dari total 2.904 penerima manfaat MBG di wilayah tersebut.
Menu makanan dalam program MBG diketahui disuplai oleh SPPG Sami Kaya Food yang beralamat di Jalan Raya Gubug–Kedungjati KM 2, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.
Dari total 780 korban, 156 orang harus menjalani penanganan medis, terdiri dari 107 orang rawat inap dan 49 orang rawat jalan serta observasi.
Sementara 624 orang lainnya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif.
Korban rawat inap dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Ki Ageng Getas Pendowo sebanyak 42 orang, RSUD R. Soedjati Purwodadi 28 orang, Puskesmas Karangrayung I sebanyak 12 orang, Puskesmas Kedungjati 7 orang, serta puskesmas lain di wilayah Grobogan dan sekitarnya.
Adapun korban rawat jalan dan observasi ditangani di lingkungan Pondok Pesantren Putri Miftahul Hidayah Ngroto serta di PKD Ngroto.
Korban terbanyak berasal dari lingkungan pendidikan, khususnya SMP dan SMK PPMH Ngroto, disusul sejumlah sekolah dasar serta lembaga PAUD di wilayah Desa Ngroto, Trisari, Penadaran, dan Glapan.
Kronologi Kejadian
Kasus ini pertama kali terdeteksi pada Kamis, 9 Januari 2026, ketika ratusan siswa SMP Miftahul Huda Ngroto mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan diare setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah.
Pada hari itu tercatat 251 siswa SMP dan 151 siswa SMK Miftahul Huda mengalami gejala serupa.
Seiring berjalannya waktu, laporan korban terus bertambah dari berbagai satuan pendidikan lain serta lingkungan pesantren dan desa sekitar.
Hingga Jumat, 10 Januari 2026, jumlah korban meningkat signifikan dan sebagian mulai dirujuk ke rumah sakit akibat kondisi yang memburuk.
Pada Sabtu, 11 Januari 2026, data resmi mencatat jumlah korban mencapai 780 orang dengan 156 orang di antaranya memerlukan penanganan medis.
Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan melakukan penelusuran sumber makanan, pemeriksaan dapur penyedia MBG, serta pengambilan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Program MBG di wilayah terdampak untuk sementara waktu dihentikan sambil menunggu hasil investigasi.
Pihak berwenang memastikan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama, sementara penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (*)
Penulis: Husni Muso
