Kecelakaan hingga Sebabkan Warga Meninggal Dunia Mayoritas Terjadi di Jalan Provinsi

  • Bagikan
Inung Hesti Yugastanto, Kanit Laka Lantas Polres Pati (MIFTAHUSSALAM/LINGKAR JATENG)
Inung Hesti Yugastanto, Kanit Laka Lantas Polres Pati (MIFTAHUSSALAM/LINGKAR JATENG)

PATI, Lingkar.co- Mayoritas kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal di Kabupaten Pati terjadi di jalan provinsi. Hal ini diungkapkan oleh Inung Hesti Yugastanto, Kanit Laka Lantas Polres Pati.

Inung mengungkapkan, korban meninggal karena kecelakaan pada tahun 2021 di Kabupaten Pati sampai saat ini mencapai 18 orang. Kebanyakan terjadi di jalan provinsi, seperti di jalan Pati – Tayu dan Pati – Purwodadi.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Kebanyakan terjadi di jalan provinsi, seperti di Pati – Tayu, Pati – Purwodadi. Yang sering itu sekitaran perempatan ranjang itu. Tanjang keselatan itu banyak sekali,” ungkapnya.

Inung menyebutkan, sampai saat ini kecelakaan di Kabupaten Pati pada tahun 2021 kurang lebih sekitar 124 kejadian. Korban meninggal sebanyak 18 jiwa. Sedangkan luka-luka 126.

“Penyebab kecelakaan lebih seperti dulu-dulu kebanyakan human eror. Faktor manusia sendiri. Kebanyakan tidak menaati peraturan lalu lintas, tidak menjaga jarak dengan kendaraan lain. Penyebab kecelakaan laka di Kabupaten Pati seperti itu,” terangnya.

Terkait faktor jalan rusak, lanjut Inung, sampai saat ini belum ada laporan. Misal ada pun, kebanyakan masyarakat tidak melaporkan. Sementara ini masih didominasi karena faktor human eror.

“Mungkin banyak kejadian laka. 124 itu yang dilaporkan, jadi banyak juga dari masyarakat entah itu keblegong atau keplese di jalan itu kebanyakan malah Ndak dilaporkan. Biasanya kayak gitu,” jelasnya.

Dibandingkan dengan tahun 2020 dari bulan Januari sampai dengan tanggal yang sama hari ini, terjadi penurunan kecelakaan sekitar 50 persen. Hal ini lebih disebabkan karena faktor pandemi, sehingga membuat masyarakat jarang keluar rumah

“Faktornya pertama pandemi ada PPKM, aktifitas masyarakat seperti anak-anak sekolah yang Ndak ada sama sekali. Kalau tahun 2020 kan masih ada. Pandemi kan mulai Maret ya. Faktor hujan juga,” ujarnya.

Untuk mengurangi kecelakaan di Kabupaten Pati pihaknya telah melakukan himbauan dan wawasan melalui Babinkamtibmas. Selain itu juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait, terutama soal penanganan jalan rusak.

“Sudah dilakukan koordinasi. Bahkan penambalan juga sudah dilakukan 2 hari setelah hujan hasil tambalan hilang. Rusak lagi. Makanya nanti setelah hujan baru dibenahi semua,” ungkapnya. (lam/one)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.