Kedutaan Prancis Apresiasi Vaksinasi di Jawa Tengah

  • Bagikan
MENJELASKAN: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen jelaskan hasil kunjungan kedutaan Prancis di ruanganya Senin (14/3). (TITO ISNA UTAMA/LINGKAR.CO)
MENJELASKAN: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen jelaskan hasil kunjungan kedutaan Prancis di ruanganya Senin (14/3). (TITO ISNA UTAMA/LINGKAR.CO)

SEMARANG, Lingkar.co –  Kedutaan Prancis berikan apresiasi terhadap penerapan vaksinasi di Jawa Tengah (Jateng) dalam kunjunganya di ruang Wakil Gubernur Jawa Tengah, pada Senin (14/3).

Dalam kunjungan tersebut disambut baik oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Mereka mengapresiasi penanganan vaksinasi yang ada di Jawa Tengah. Juga dalam mengatasi persebaran Covid-19, yang mereka anggap di Jateng ini sudah bagus,” ujar Gus Yasin.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyampaikan beberapa upaya pemerintah Jawa Tengah dalam penanganan Covid-19 kepada perwakilan dari kedutaan Prancis.

“Kita ceritakan sistem jogo tonggo, juga bagaimana masyarakat kami yang selalu menaati protokol Kesehatan, karena semua ini bukan kami yang di pemerintahan yang menjalankan. Tapi masyarakat yang selalu bahu membahu dan gotong royong untuk menyadarkan bahaya Covid-19,” terang Gus Yasin.

Gus Yasin dengan perwakilan Kedutaan Prancis juga membicarakan bagaimana menghadapi masa libur panjang di masa pandemic Covid-19. Yang identik dengan mudik, seperti mudik lebaran mendatang.

“Seperti di masa mudik lebaran kemarin kami ceritakan bagaimana kami membuat aturan mekanisme mudiknya. Pada tahun ini kami juga akan membuat kebijakan menganai mekanisme mudik nantinya,” imbuhnya.

Dalam pembicaraan tersebut, Kedutaan Prancis juga memberikan penawaran kepada pemerintah Jateng untuk melakukan Kerjasama di bidang Pendidikan dengan mengadakan pertukaran pelajar antara Pemerintah Jateng dengan Prancis.

“Ini masih pengkajian lebih dulu, yang jelas nanti akan ada rencana untuk pembelajaran multibahasa. Jadi ada Bahasa Indonesia dan Prancis di sistem pendidikan di Jawa Tengah nanti,” pungkasnya. (ito/luh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.