Kembangkan Seni dan Lestarikan Budaya, Hingga Bentuk ‘Sanggar Pasinaon’

ANTUSIAS: Tampak sejumlah anak-anak antusias mengikuti kelas seni di Sanggar Pasinaon, Kabupaten Pati. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
ANTUSIAS: Tampak sejumlah anak-anak antusias mengikuti kelas seni di Sanggar Pasinaon, Kabupaten Pati. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)

PATI, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Berawal dari kegelisahaan Pemuda Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati terhadap realitas pendidikan seni, budaya dan sejarah, hingga terbentuknya ‘Sanggar Pasinaon’.

Muh. Haydar Fachrudin, selaku Lurah ‘Sanggar Pasinaon’menuturkan, Sanggar pasinaon ini berada di bawah naungan karangtaruna desa Kertomulyo.

Lahir pada bulan November tahun 2020. Yangmana Proses kelahirannya, karena melihat realita pendidikan seni dan budaya di Indonesia, utamanya di Pati yang tidak maksimal untuk anak-anak.

Baca juga:
Teater Sanggar Pasinaon Bakal Produksi Film Kedua

“Bagi kami ini satu tantangan untuk mengambil peran sebagai anak muda.  Kemudian kita menginisiasi karangtaruna mengajar dari sana kemudian membuat suatu wadah, dan lahirlah sanggar ini,” ujar Haydar.

Lanjutnya, “Jadi kita mencoba untuk hadir dan memberikan kelas-kelas gratis untuk adik-adik SD dan MTs selama masa pandemi. Biasanya satu minggu satu kali,” terangnya.

Gunakan Pendekatan Kesenian Dalam Mengajar

Pendekatan yang pihaknya gunakan dalam proses pengajaran adalah pendekatan kesenian. Oleh karena itu namanya adalah ‘Sanggar Pasinaon’.

Png-20230831-120408-0000

Prosesnya, setelah mengajar kurang lebih 1.5 jam kemudian lanjut dengan sejumlah kelas kesenian, seperti  kelas menari, kelas musik, kemudian  kelas teater, dan kelas seni rupa.

“Dua kelas pengajarnya masih kita ambil dari orang-orang luar, yaitu seni tari sama teater, karena kita melihat di desa kita masih kurang orang yang mampu untuk mengawal itu,” paparnya.

Baca juga:
Mengabdi Untuk Pendidikan Anak Sedulur Sikep, Raih Pemuda Pelopor Pati 2021

Haydar menuturkan Sanggar Pasinaon memiliki tagline ‘Merawat Tradisi Memayu Hayuning Generasi’. Harapannya melalui ‘Sanggar Pasinaon’ ini para generasi desa dapat mengetahui berbagai kesenian, budaya dan sejarah yang ada di Desa

“Dengan melihat keadaan di desa kami anak-anak kecil hari ini itu tidak paham lagi akan budayanya tidak faham akan sejarahnya, leluhurnya, mereka tidak paham,” ungkapnya.

Terpisah, Heru Riandani, selaku Kasi pengembangan dan pemberdayaan pemuda Dinporapar Pati mengungkapkan, bahwa pihaknya selaku pembina kepemudaan di Kabupaten Pati merasa bangga dengan pemuda yang peduli terhadap kesenian dan budaya.

Baca juga:
Penyebaran Covid-19, Ketua DPRD Jatim Minta Pemerintah Awasi Klaster Keluarga

Pasalnya, menurut Heru pelestarian budaya ini sangat penting. Tentunya pemuda juga memiliki peran besar dalam hal ini.

“Karena kita tahu bangsa yang besar adalah bangsa yg menghargai budayanya. Dan itu semua berawal dari kepedulian generasi muda kita,” pungkasnya.

Penulis: Miftahus Salam

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *