Kerahkan Tujuh Pompa Tangani Banjir di Porong Sidoarjo

  • Bagikan
Pekerja berada di sekitar mesin pompa khusus penyedot banjir yang terletak di pinggir tanggul penahan Lapindo, Porong Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (18/1). (ANTARA/LINGKAR.CO)
Pekerja berada di sekitar mesin pompa khusus penyedot banjir yang terletak di pinggir tanggul penahan Lapindo, Porong Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (18/1). (ANTARA/LINGKAR.CO)

SIDOARJO, Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengerahkan, sebanyak tujuh unit pompa untuk menangani banjir yang terjadi di Jalan Raya Porong.

Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan, tujuh pompa tersebut sudah mulai digunakan untuk menguras banjir.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Hingga hari ini, ada tujuh pompa yang sudah berjalan. Diperkirakan dua hari sudah surut,” ucap Hudiyono, Selasa (19/1).

Ia mengemukakan, selain mengerahkan tujuh unit pompa pihaknya juga akan mendatangkan dua unit pompa lagi yang akan ditempatkan di lokasi itu.

“Jika Sungai Ketapang nantinya bisa terkondisikan dengan baik, maka dalam waktu dekat kondisi air akan cepat menyusut. Namun jika intensitas air masih meninggi, maka jalan satu-satunya harus ditarik ke kolam penampungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini debit air di Sungai Ketapang yang dapat kiriman air dari Brantas masih sangat tinggi atau tiga kali lipat dibandingkan hari biasa mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Jawa timur khususnya Sidoarjo.

“Jika dalam dua hari ini tidak terjadi hujan lebat, Insya Allah air sudah surut. Mulai kemarin malam kami sudah optimalkan penyedotan dengan pompa,” bebernya.

Menurutnya, kapasitas pompa yang sudah tersedia dengan kemampuan untuk menyedot air dengan kapasitas 150 meter kubik per detik.

“Kami perkirakan besok banjir di jalan raya porong yang berbatasan dengan tanggul lumpur sudah surut,” terangnya.

Sebelumnya, Jalan Raya Porong terpaksa harus dilakukan penutupan dua arah menyusul terjadinya banjir setinggi satu meter di wilayah itu.

Banjir yang terjadi di Jalan Raya Porong itu terjadi setiap kali musim hujan datang. Hal itu diperparah dengan penurunan tanah yang terjadi akibat semburan lumpur Lapindo. (ara/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.