Ketua BPPD Jateng Soroti Kondisi Pariwisata di Tengah Pandemi

  • Bagikan
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sugeng Sugiantoro.(DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sugeng Sugiantoro.(DOK PRIBADI FOR LINGKAR.CO)

SEMARANG, Lingkar.co– Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sugeng Sugiantoro menyoroti kondisi pariwisata selama pandemi covid-19.

Menurut Sugeng, bisnis Pariwisata tidak bisa lepas dari kebijakan pemerintah terhadap penanggulangan penyebaran covid-19 yang dirasa akhir-akhir ini sangat merugikan usaha sektor pariwisata.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Ibarat jatuh tertimpa tangga! Itulah mungkin istilah yang tepat untuk usaha sektor pariwisata di masa pandemi ini,” kata Sugeng kepada Lingkar.co Senin (25/1/2021).

Menurut Sugeng, dengan meningkatnya kasus positif covid-19 dari hari ke hari, banyak pihak menganggap bahwa usaha sektor pariwisata adalah salah satu penyebab bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia.

“Ini yang menjadi perhatian kami. Padahal sektor inilah yang paling siap untuk beradaptasi dan sudah menjalankan Protokol Kesehatan yang baik dan benar sejak pandemi ada,” ungkapnya.

Menurutnya, sudah banyak pelaku dan usaha pariwisata yang mendapatkan bekal bimbingan teknis (Bimtek). Apalagi pelaku dan usaha pariwisata sudah mendapatkan Sertifikat CHSE (Cleanliness/Kebersihan, Health/Kesehatan, Safety/Keselamatan and Environment Sustainability/Kelestarian Lingkungan) dari Kemenparekraf RI.

“Di CHSE ini semua kegiatan usaha pariwisata ada aturannya untuk tetap bisa berkegiatan dengan menjalankan protokol kesehatan yang baik dan benar. Dari mulai penerimaan tamu reguler, rombongan, pernikahan bahkan sampai menggelar berbagai macam event setaraf internasional.  Jadi apa lagi yang perlu di khawatirkan?,” ucapnya.

Lanjutnya, semua pihak khususnya Pemerintah dan Satgas Covid-19 jangan hanya terus membuat satu narasi berupa pembatasan sampai dengan pelarangan kegiatan pariwisata. Harusnya memberikan narasi yang seimbang baik untuk kesehatan dan juga ekonomi, karena pemerintah tidak mampu menanggung beban hidup masyarakat.

“Kalau ada pilihan, sayapun memilih diam tinggal di rumah dan semua kebutuhan sehari-hari disiapkan oleh Pemerintah sampai potensi penularan covid-19 tidak ada,” tegas.

Pihaknya berharap Pemerintah membantu memberikan solusi yang lebih baik dalam menciptakan iklim usaha Indonesia khususnya Sektor Pariwisata di Jawa Tengah. Kalau perlu pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap travelling dengan syarat menjalankan ProKes yang baik dan benar.

“Terutama mengunjungi Daerah Tujuan Wisata, Restaurant dan menginap di hotel-hotel yang sudah memiliki sertifikat CHSE. Sehingga himbauan ini bisa memberikan kepercayaan kepada para wisatawan untuk tetap berwisata dengan aman dan nyaman,” pungkas Ketua BPPD Sugeng.(lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.