Kiat Kurangi Penggunaan Plastik dari Rumah Tangga hingga Aktivitas Belanja

Belanjaan menggunakan wadah plastik. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Pegiat lingkungan membagikan sejumlah kiat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.

Aktivis dari Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi, mengatakan pengurangan plastik penting dilakukan karena ketergantungan terhadap sumber daya berbasis minyak bumi masih sangat tinggi, termasuk dalam produksi plastik.

“Situasi geopolitik yang terjadi saat ini menjadi pengingat jelas bahwa ketergantungan kita terhadap sektor ekstraktif seperti minyak bumi sangatlah tinggi. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan BBM, namun juga terhadap produksi plastik sekali pakai yang menjadikan minyak bumi sebagai bahan utamanya,” katanya, dikutip dari Antara, Jumat (10/4/2026).

Atha menjelaskan, masyarakat dapat memulai langkah sederhana seperti membawa wadah guna ulang ketika berbelanja atau saat membeli makanan dan minuman.

“Menolak penggunaan sedotan atau styrofoam bisa menjadi langkah awal yang mudah. Jika mulai terbiasa, kita bisa lakukan pemilahan sampah di rumah,” katanya.

Sementara itu, pegiat dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, menambahkan bahwa kebiasaan membawa botol minum sendiri saat bepergian juga dapat membantu mengurangi sampah plastik.

“Dengan banyak daerah yang melarang kresek, masyarakat juga terbiasa membawa tas belanja sendiri,” katanya.

Ia juga menyarankan masyarakat membawa wadah sendiri ketika membeli bahan makanan basah di pasar.

“Selanjutnya bisa membiasakan kalau beli bahan makanan yang basah ke pasar, bisa membawa kotak makan sendiri,” ia menambahkan.

Selain itu, Tiza menyebut pengaturan pola belanja kebutuhan rumah tangga juga dapat dilakukan untuk menekan penggunaan plastik.

“Produk rumah tangga atau personal care bisa pilih sistem isi ulang. Belanja bahan dapur bisa dengan beli secara curah tanpa kemasan,” katanya. (*)