Lingkar.co – Angka kemiskinan di kota Salatiga turun signifikan hingga 4,20 persen, Wakil Wali Kota, Nina Agustin, menyatakan hal itu tidak lepas dari kolaborasi dan saling mendukung dalam menyukseskan program di tahun 2025.
“Salah satu kunci untuk kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama yang baik adalah dengan komunikasi yang baik. Saya ingin semua OPD ini bisa menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan, sehingga antardinas ini bisa saling men-support dan juga saling menutupi celah satu sama lain,” kata Nina saat menerima audiensi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan terkait Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RKPD) Kota Salatiga Tahun 2025-2029 di ruang kerjanya, Selasa (06/01/2026) pagi.
Maka dari itu Nina mengapresiasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah memperoleh pencapaian yang baik khususnya dalam penurunan angka kemiskinan.
Sejalan dengan hal itu, Nina meminta penguatan sinergi dan kolaborasi lintas OPD harus terus dilaksanakan untuk memaksimalkan program-program pembangunan daerah.
Ia mengingatkan, program-program pemerintah tak hanya bersifat monoton dan cenderung tumpang tindih, namun seharusnya dapat berkolaborasi dan saling melengkapi kekosongan celah pembangunan yang ada.
Nina berharap agar program-program yang telah dilakukan sebelumnya dapat dilanjutkan dengan penambahan inovasi sehingga penurunan angka kemiskinan bisa lebih maksimal.
“Untuk evaluasi tolong bisa laporkan ke saya keberhasilan program itu per tiga bulan, sehingga sebelum evaluasi enam bulan ini kita bisa tau apa yang harus kita persiapkan, kendala pelaksanaan di lapangan, sehingga di evaluasi enam bulan kita sudah ada solusi yang harus kita jalankan, sehingga di semester akhir itu kita bisa maksimal,” sambungnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Siswo Hartanto melaporkan, penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) telah didahului dengan analisis kondisi wilayah untuk menentukan lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan.
“Terdapat sembilan dimensi yang diharapkan dan direncanakan untuk kita perbaiki untuk penanganan kemiskinan yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” ujarnya.
Siswo mengungkapkan, persentase kemiskinan di kota Salatiga turun secara signifikan, yakni 4,20 persen. Angka tersebut sebenarnya merupakan target pada tahun 2026.
“Kita juga menargetkan kemiskinan kita turun sampai di angka 2,54% di 2030. Kami melaporkan di 2025 kita sudah bisa mencapai penurunan yang sangat baik yaitu di, 4,20% yang sebenarnya itu adalah target untuk 2026, dan untuk 2026 nanti kita harapkan bisa turun lagi berada di tiga koma sekian persen,” urainya. (*)








