Komisi V Sarankan Subsidi ke KRL, Rakyat Keberatan Tarif Naik

  • Bagikan
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Arwani Thomafi . ISTIMEWA/Lingkar.co
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Arwani Thomafi . ISTIMEWA/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Arwani Thomafi mewanti-wanti kenaikan tarif KRL Commuter Line menjadi Rp 5.000. Dia meminta wacana kenaikan tarif itu di kaji hati-hati.

“Wacana kenaikan tarif KRL menjadi Rp 5.000 harus di kaji secara matang, hati-hati dan mempertimbangkan kemampuan masyarakat,” kata Arwani, Jumat (14/1/2022).

Ia mengatakan, saat ini masyarakat masih hidup dalam pandemi yang berdampak pada ekonomi.

Baca Juga :
Karena Heboh di Medsos, Warga Temanggung Kembalikan Bantuan dari Ganjar Pranowo

Arwani mengatakan KRL Commuter Line merupakan transportasi yang banyak di gunakan masyarakat di Jabodetabek.

“Terlebih di situasi pandemi yang memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Moda transportasi KRL termasuk moda favorit bagi masyarakat yang tinggal di Jabodetabek,” katanya

“Jika kajian dan riset terkait dengan kenaikan tarif KRL di anggap berat oleh masyarakat, maka tak ada pilihan lain selain dengan cara menaikkan subsidi negara untuk KRL,” ucapnya.

Sebelumnya, usulan kenaikan tarif KRL Commuter Line mengemuka. Hal itu saat ini sedang di bahas di Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Kenaikan yang berlaku akan terjadi pada tarif dasar 25 kilometer pertama perjalanan KRL.

 Sementara itu, untuk tarif perjalanan setiap 10 km setelahnya tidak mengalami kenaikan.

Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar mengatakan alasan utama penyesuaian tarif KRL karena belum pernah naik sejak 2015.

“Tarif KRL sudah tidak alami penyesuaian sejak tahun 2015. Tarif 25 km pertama Rp 3.000 dan 10 km berikutnya Rp 1.000 telah lama tidak naik,” ucap Arif dalam diskusi publik virtual yang di adakan Instran, Rabu (12/1).

Mengutip dari detik.co, tarif yang akan naik adalah tarif dasar sejauh 25 km untuk tarif KRL.

Awalnya tarif KRL untuk 25 km pertama hanya Rp 3.000, rencananya di naikkan menjadi Rp 5.000, atau tepatnya naik Rp 2.000.

Sementara itu, untuk tarif lanjutan KRL 10 km berikutnya tetap di angka Rp 1.000. Tidak mengalami kenaikan.

Penulis : Kharen Puja Risma

Editor : Muhammad Nurseha

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *