Lingkar.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Desa Semampir, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sabtu (24/1/2026) sore. Penyidik melakukan pemeriksaan di Kantor Koperasi Simpan Pinjam Arta Bahana Syariah mulai pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 20.10 WIB.
Sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga di depan kantor koperasi selama proses pemeriksaan berlangsung. Empat mobil penyidik KPK terlihat terparkir di lokasi. Kehadiran aparat penegak hukum tersebut menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun menyaksikan suasana di lokasi.
Dalam penggeledahan itu, penyidik KPK membawa sejumlah barang bukti berupa lima koper, satu ransel, dan satu kardus.
Tim penasihat hukum Koperasi Simpan Pinjam Arta Bahana Syariah, Ahmad Nur Khodin, menegaskan bahwa penggeledahan tersebut tidak berkaitan dengan pelayanan koperasi kepada nasabah.
“Saya intinya menyayangkan, artinya di sini tidak ada kesempatan satu apapun, yang jelas tidak akan mempengaruhi terhadap kaitannya dengan pelaksanaan daripada koperasi ini. Pelayanan ini tidak ada kaitannya,” ucapnya saat diwawancarai awak media usai pemeriksaan.
Ia juga menyayangkan proses pemeriksaan yang dilakukan tanpa pendampingan dari pihaknya. Menurutnya, ia telah berupaya masuk untuk mendampingi, namun tidak diizinkan oleh petugas yang berjaga.
Nur Khodin memastikan operasional koperasi tetap berjalan normal meskipun ada pemeriksaan dari KPK. Ia mengimbau para nasabah dan pegawai agar tetap tenang.
“Dibedakan, pelayanan tetap pelayanan karena ini tidak ada kaitannya antara penggeledahan dengan kinerja daripada pelayanan Arta Bahana. Pelayanan masyarakat tetap berjalan normal, tidak ada apa-apa. Harapannya anggota dan masyarakat tetap tenang karena ini tidak ada kaitannya keuangan,” tegasnya.
Ia mengaku tidak mengetahui adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang disebut-sebut menyasar Sudewo. Selain itu, koperasi yang memiliki 18 cabang tersebut dipastikan tetap beroperasi seperti biasa.
Usai penyidik memasukkan barang bukti ke dalam kendaraan, warga Desa Semampir yang sejak sore memadati lokasi terdengar bersorak. Sebagian warga bahkan merayakan penggeledahan tersebut karena menduga adanya temuan kasus korupsi di koperasi itu. (*)








