Lingkar.co – Longsor dari lereng Gunung Slamet menerjang kawasan Perhutani di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan dua petani setempat, Aksinudin (40) dan Hamim (60), tertimbun material longsoran.
Mendapat laporan kejadian, Basarnas Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang segera mengerahkan satu tim ke lokasi untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan.
Pada hari pertama pencarian, tim belum berhasil menemukan korban. Memasuki hari kedua operasi, Senin (26/1/2026), satu korban atas nama Aksinudin akhirnya ditemukan.
“Korban pertama atas nama Aksinudin ditemukan tim pada pukul 08.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka. Masih ada satu korban atas nama Pak Hamim yang masih dalam pencarian,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.
Pencarian terhadap korban kedua dilanjutkan dengan berbagai kendala di lapangan. Cuaca yang tidak menentu, hujan, medan licin, kabut tebal, serta suhu dingin menyulitkan proses evakuasi. Selain itu, tim SAR juga harus bekerja ekstra dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi longsor susulan.
Setelah enam hari operasi pencarian, korban terakhir atas nama Hamim akhirnya ditemukan pada Jumat (30/1/2026) siang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tertimbun material longsoran di lereng bukit lokasi kejadian.
“Korban terakhir atas nama Hamim ditemukan pada Jumat siang pukul 12.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” imbuh Budiono.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. “Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 14.00 WIB. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan atas kerja kerasnya sehingga seluruh korban berhasil ditemukan,” tutup Budiono. ***








