Melihat Sisi Lain Kudus, Walking Tour Sajikan Alternatif Berwisata Baru dengan Berjalan Kaki

  • Bagikan
UNIK: Peserta walking tour berfoto bersama di depan rumah adat Kota Kudus baru-baru ini. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)
UNIK: Peserta walking tour berfoto bersama di depan rumah adat Kota Kudus baru-baru ini. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)

Lingkar.coWalking Tour masih terdengar asing bagi sebagian orang. Cara berwisata yang ditawarkan Lelana itu menyajikan gaya wisata baru. Dengan berjalan kaki, peserta tour mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan budaya di Kota Kretek.

Berbicara soal tempat wisata, Kabupaten Kudus bisa menjadi salah satu lokasi yang cocok untuk dikunjungi. Selain banyak tempat-tempat bersejarah, kini ada cara yang unik untuk menikmati wisata di wilayah yang dikenal sebagai Kota Kretek.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Ya, salah satunya yang ditawarkan oleh Lelana, yakni walking tour. Berwisata dengan berjalan kaki mengunjungi tempat-tempat bersejarah itu salah satu konsep terbaru yang ditawarkan untuk mengenal dan melihat sisi lain Kabupaten Kudus.

Rohmat Hidayatullah adalah inisiator walking tour ini. Ia sudah mengadakan walking tour sejak 22 Oktober 2019. Bersama dengan tiga rekannya, ia ingin menunjukan lebih dalam mengenai budaya dan sejarah Kudus yang belum diketahui banyak orang. Lelana kudus sendiri merupakan walking tour pertama yang ada di Kabupaten Kudus.

“Kudus sendiri sebenarnya menarik. Kita tidak hanya bisa melihat Menara atau Muria. Tapi ada cerita menarik lagi atau sisi menarik lagi dari budaya dan sejarah. Misalnya arsitektur rumah, batik Kudus atau raja-raja kretek di Kudus. Itu coba kita angkat menjadi narasi baru dengan sisi-sisi lain,” ungkapnya kemarin.

Tak disangka, peminat walking tour tinggi. Bahkan pernah 40 peserta dalam sekali tour. “Antusiasme peserta cukup tinggi karena ini jenis tour baru,” katanya.

Saat ini ada tiga rute walking tour. Yakni Rute langgar dalem, peradaban kulon gelis di sebelah barat Kali Gelis serta Kampung Menara. Rute tersebut bergantian setiap Minggu dengan pemandu yang berbeda supaya tidak membosankan.

“Kita nanti update jadwalnya di instagram. Peserta yang ingin ikut bisa mendaftar saja melalui kontak yang telah disediakan,” ujarnya.

Tak perlu khawatir dengan biaya untuk mengikuti tour ini. Para peserta bisa membayar sesuai kepuasan selama mengikuti tour ini. Hal ini karena tidak mematok tarif tertentu untuk peserta yang ikut dalam walking tour reguler.

“Peserta yang ikut bisa mengapresiasi berapapun karena kita sistemnya pay as you wish untuk tur yang reguler. Tapi kalo ingin private, biayanya Rp 100 ribu bisa untuk tiga orang peserta,” tuturnya.

Dengan adanya walking tour ini, Lelana berharap masyarakat bisa lebih menjaga nilai-nilai sejarah maupun budaya yang ada di Kabupaten Kudus. Karena wisata sejarah ini bisa menjadi wisata yang rekreatif sekaligus edukatif.

“Saya ingin menghadirkan Kudus dari sisi lain supaya teman-teman yang belum tau bisa lebih paham dan bisa melestarikan bersama. Biar tidak hilang begitu saja sejarahnya,” katanya.

Saat ini walking tour ini terhenti untuk sementara waktu karena pandemi covid-19. Jika nantinya sudah cukup aman dari virus covid-19, ia akan melanjutkan kembali kegiatan walking tour ini dengan rute-rute baru yang lebih menarik.(mg4/lut/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.