Lingkar.co – Air Terjun Kalimancur di Kabupaten Rembang kian populer sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan keasrian hutan Pegunungan Lasem. Panorama hijau dan suasana alami menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Air terjun ini berada di bawah Bukit Pegunungan Gowak, Kecamatan Lasem, sekitar 8 kilometer dari jalur Pantura Lasem atau pertigaan Nasriyah. Akses menuju lokasi melewati jalur perbukitan naik turun dengan pemandangan alam yang memanjakan mata. Wisatawan dapat masuk melalui dua jalur, yakni Desa Sendangasri atau Desa Kajar, yang ditandai gapura oranye bertuliskan “Desa Wisata Gowak”.
Biaya masuk tergolong terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir sepeda motor Rp5.000. Dari area parkir, wisatawan berjalan kaki sekitar 150 meter menuju air terjun bawah. Untuk mencapai air terjun atas dan danau batu, jarak tempuh sekitar 200 meter.
Salah satu pengunjung, Revalina Fatarani, mengaku terpukau dengan keindahan Kalimancur. Ia datang bersama teman-temannya usai menghadiri pertemuan kelas.
“Awalnya tahu dari media sosial. Datang bareng-bareng ke air terjun Kalimancur. Yang ini air terjun bagian bawah, kalau yang atas ada kedung dengan kedalaman tertentu,” ujarnya.
Menurut Reva, suasana alam yang masih terjaga membuat kunjungan mereka terasa memuaskan. Debit air terjun juga lebih deras saat musim hujan, meski akan menyusut di musim kemarau.
“Akses jalannya memang agak terjal, licin, dan cukup ekstrem. Tadi lewat jalur bawah, ada juga akses lain yang tembus area persawahan warga,” tambahnya.
Pengunjung lain, Latifa Ramadani dan Fadila Aura Putri, juga mengaku senang dengan pengalaman pertama mereka di Kalimancur.
“Air terjunnya jernih, dingin, dan segar. Karena musim hujan, airnya juga cukup deras. Senang bisa seru-seruan bareng teman,” ungkapnya.
Sementara itu, pengelola wisata Kalimancur, Istoyo, menyebut jumlah pengunjung terus meningkat, terutama akhir pekan.
“Harian sekitar 20 sampai 30 pengunjung. Kalau hari Minggu bisa dua kali lipatnya,” katanya.
Ia menambahkan, pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Tuban, Pati, Blora, hingga warga lokal Rembang. Selain bermain air, sebagian wisatawan juga memilih berkemah menikmati suasana alam yang sejuk. (*)








